Surabaya-Rapat Koordinasi Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Timur digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, di Ruang Rapat Lantai 8 Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No.110 Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan ini membahas sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, percepatan SLHS dan monitoring pemenuhan gizi, serta capaian dan evaluasi pelaksanaan MBG di Jawa Timur.
Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri yang diwakili Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Kepala Badan Gizi Nasional.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Program MBG menargetkan 32.000 Satuan Pelayanan Bahan Gizi (SPBG) dengan 82,9 juta penerima manfaat di 38 provinsi. Hingga 17 Oktober 2026, telah terealisasi 23.222 SPBG dengan lebih dari 60 juta penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.981 SPBG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program ini didukung 17 kementerian/lembaga melalui tim koordinasi nasional sebagaimana diatur dalam Perpres 115 Tahun 2025. Dukungan tersebut mencakup penjaminan keamanan dan mutu pangan, penanganan sisa makanan dan limbah kemasan, penyediaan pasokan bahan baku, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.
Khusus di Jawa Timur, capaian SLHS telah mencapai 56 persen SPBG, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 32 persen. Menko Pangan mendorong agar SPBG melibatkan petani, peternak, koperasi, UMKM, dan BUMDes dalam menjamin ketersediaan bahan baku. Menurutnya, peningkatan jumlah SPBG harus berdampak langsung pada penguatan ekonomi rakyat di desa.
Ia juga memastikan Program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema penyesuaian distribusi. Untuk kelompok ibu hamil dan menyusui tetap mendapatkan layanan seperti biasa, sementara bagi siswa muslim diberikan makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.
Lebih lanjut, Zulkifli Hasan memaparkan bahwa fondasi utama keberhasilan program pangan nasional adalah peningkatan produksi dalam negeri. Ia menyebut sejumlah langkah strategis seperti percepatan distribusi pupuk, penetapan harga pembelian hasil panen yang berpihak pada petani, serta dukungan stabilisasi harga melalui Bulog dan koperasi desa.
Menurutnya, kebijakan makan bergizi gratis bukan sekadar program bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul. “Negara akan maju jika manusianya hebat. Dan manusia hebat dimulai dari asupan gizi yang cukup,” ujarnya.
Program MBG, lanjutnya, juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pasar tradisional. Permintaan telur, ikan, sayur, buah, dan bahan pangan lainnya meningkat seiring masifnya pelaksanaan program.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh kepala daerah dan pemangku kepentingan untuk memahami program ini secara utuh dan menjalankannya secara terpadu mulai dari desa hingga pusat. Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis Program MBG dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.









Komentar