Media Central Madiun, Suasana ceria namun penuh kewaspadaan mewarnaih halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelun, Kota Madiun, pada Jumat, 12 Desember 2025.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan akademik akhir semester gasal tahun pelajaran 2025/2026, sekolah ini menyelenggarakan program Peningkatan Wawasan dan Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, yang sangat mendetail, melibatkan seluruh 170 lebih siswa-siswi dari kelas I hingga VI.
Dimulai tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan ini merupakan kerja sama strategis antara SDN Kelun dengan Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Madiun, menegaskan komitmen sekolah dalam mengintegrasikan keselamatan dan mitigasi bencana sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Kelun, Gito Sutrisno,S.Pd. Dalam sambutan menjelaskan urgensi kegiatan ini, terutama mengingat lingkungan sekolah dan pemukiman padat penduduk yang rentan terhadap risiko kebakaran.
“Kami tidak hanya mengajarkan membaca dan berhitung, namun juga mengajarkan bagaimana bertahan hidup dan menolong sesama. Pengetahuan dari para ahli Damkar hari ini adalah bekal terpenting yang harus kalian bawa pulang. Kalian adalah duta keselamatan di rumah masing-masing,” tegas Gito Sutrisno, S.Pd.
Perwakilan dari Satuan Pemadam Kebakaran Kak Wisnu juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif sekolah dalam menyiapkan generasi yang safety-aware.
Sebagaimana diketahui giat pada sesi teori dilaksanakan di tenda lapangan yang telah disiapkan. Tim Damkar, yang terdiri dari lima personel ahli, menggunakan metode presentasi interaktif dengan media visual untuk menjelaskan konsep dasar api dan kebakaran.
Adapun materi teori meliputi:
Segitiga Api (Fire Triangle) :Pemahaman dasar tentang tiga unsur yang dibutuhkan api (bahan bakar, panas, dan oksigen).
Penyebab Dominan Kebakaran: Secara spesifik membahas bahaya listrik di sekolah (kabel terkelupas) dan bahaya di dapur rumah tangga (kebocoran gas LPG dan minyak panas).
Perbedaan Jenis Api: Pengenalan jenis-jenis kebakaran (A, B, C, D) dan alat pemadam yang sesuai, memperkenalkan bahwa air tidak selalu menjadi solusi, terutama untuk api listrik atau minyak.
Prosedur Evakuasi: Siswa diajarkan mengenai Empat Langkah Darurat (Bunyikan alarm, Telepon Damkar, Kunci pintu, dan Lari ke titik kumpul), serta teknik merangkak untuk menghindari asap beracun.
Giat arahan berikutnya adalah Demonstrasi dan Praktik Langsung yang Menguji Nyali.
Ini adalah puncak kegiatan yang paling dinanti. Di mana Tim Damkar dalam melakukan demonstrasi nyata pemadaman api menggunakan berbagai metode. Di antaranya Penggunaan APAR, siswa-siswi kelas atas (IV, V, VI) dilatih untuk memegang dan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan simulasi api yang terkontrol. Mereka dipandu langkah demi langkah dalam menerapkan prinsip Tarik-Arahkan-Pijat-Sapukan (TAPS).
Metode selanjutnya adalah Pemadaman Tradisional. Ini merupakan demonstrasi pemadaman api kecil menggunakan karung goni basah. Arahan atau metode ini, Petugas menekankan bahwa teknik ini efektif untuk memadamkan api yang baru muncul (flash fire) pada kompor atau tumpahan minyak.
Bagas, siswa kelas VI, yang mencoba memadamkan api simulasi, berkomentar, “Ternyata perlu keberanian dan ketepatan. Saya jadi lebih menghargai pekerjaan Bapak-bapak Damkar.”
Metode lainnya adalah Aksi Stop, Drop, and Roll, yaitu siswa diajarkan teknik penyelamatan diri jika pakaian mereka terbakar, yaitu berhenti, jatuhkan diri, dan berguling di tanah untuk memutus suplai oksigen ke api.
Di materi teori Eksplorasi Mobil Damkar, merupakan giat penutup atau sesi akhir, seluruh siswa mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi mobil Damkar canggih yang terparkir di halaman. Petugas juga menjelaskan fungsi setiap peralatan, mulai dari selang bertekanan tinggi, alat bantu pernapasan, hingga berbagai peralatan penyelamatan.
Kejadian yang menarik adalah saat beberapa siswa kelas I dengan polosnya bertanya tentang topi dan sepatu bot









Komentar