Surabaya – Gereja Kristen Sangkakala Indonesia (GKSI) Jemaat “Kasih Karunia” menggelar Perayaan Natal 2025 sekaligus Pemberkatan Rumah Ibadah di GKSI Jemaat “Kasih Karunia” yang berlokasi di Jalan Raya Mastrip Nomor 55, Kedurus, Surabaya, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri ratusan jemaat .
Perayaan Natal tahun ini dirangkaikan dengan grand opening gedung gereja hasil renovasi. Momentum tersebut menjadi wujud rasa syukur atas selesainya proses renovasi rumah ibadah yang diharapkan dapat semakin mendukung pelayanan dan kegiatan keagamaan bagi jemaat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RT dan RW setempat, perwakilan Kelurahan dan Kecamatan, aparat keamanan, serta tamu undangan dari berbagai daerah, termasuk dari Jakarta dan perwakilan pemerintah provinsi. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang terjalin harmonis di tengah masyarakat.
Dalam kesempatannya, Yani selaku Humas GKSI menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya perayaan Natal dan pemberkatan rumah ibadah tersebut. Ia menyampaikan bahwa Natal merupakan momen penting bagi umat Kristiani untuk kembali menghayati makna kehadiran Tuhan di dunia sebagai Juru Selamat bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
“Perayaan Natal ini memiliki satu tujuan utama, yakni mengingat bahwa Tuhan telah hadir di dunia ini untuk menyelamatkan seluruh manusia. Pada tanggal 21 Desember ini, kita bersama-sama merayakan Natal dengan penuh sukacita dan ucapan syukur,” ungkapnya.
Yani juga menyampaikan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah rohani tempat umat datang untuk beribadah dan mengalami perubahan hidup. Gereja diharapkan menjadi tempat di mana setiap orang, termasuk mereka yang merasa jauh dari Tuhan, dapat kembali datang, mengalami pemulihan, dan merasakan kasih Tuhan yang nyata.
Menurutnya, program-program gereja ke depan akan difokuskan pada pelayanan dan menjangkau jiwa-jiwa, khususnya mereka yang belum mengenal Tuhan, belum bergereja, atau sedang mengalami pergumulan hidup. “Gereja ini adalah wadah untuk menghadirkan Tuhan di tengah-tengah kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yani menekankan bahwa iman dan pengenalan akan Tuhan tidak hanya diwujudkan dalam aktivitas di dalam gereja, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari. Setiap jemaat diharapkan dapat menjadi dampak positif di lingkungan masing-masing, baik di tempat kerja, keluarga, maupun di tengah masyarakat, sehingga kasih Tuhan dapat dirasakan oleh banyak orang.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan perintah Tuhan untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Nilai kasih tersebut, kata Yani, harus tercermin dalam sikap saling peduli, saling menolong, dan hidup berdampingan secara damai.
Memasuki tahun 2026, Yani mengajak seluruh jemaat untuk semakin setia, taat, dan teguh dalam iman kepada Tuhan, di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman. Ia menilai kondisi dunia saat ini menuntut umat beriman untuk tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, melainkan semakin mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
“Kita percaya bahwa dalam situasi dan kondisi apa pun, Tuhan senantiasa menyertai kita. Rencana Tuhan adalah agar kita tetap setia dan taat kepada-Nya,” tuturnya.
Yani berpesan agar umat Kristiani terus menjaga persatuan dan kesatuan, saling mendukung, mendoakan, serta bergotong royong tanpa membedakan denominasi gereja.
Menurutnya, semua umat adalah satu dalam kasih Tuhan dan dipanggil untuk bekerja sama demi kebaikan bersama. Perayaan Natal 2025 dan Pemberkatan Rumah Ibadah GKSI Jemaat “Kasih Karunia” ini diharapkan menjadi momentum penguatan iman, mempererat kebersamaan, serta meneguhkan komitmen gereja dalam melayani umat dan masyarakat secara luas.









Komentar