Surabaya — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) menggelar puncak acara Dies Natalis ke-54 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FKH Unair ini diikuti oleh sivitas akademika, alumni, mitra industri, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Puncak peringatan Dies Natalis diawali sejak pagi hari dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya sesi coffee and tea time serta proses registrasi peserta, disertai penayangan profil FKH Unair dan program studi yang ada.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Lilik Maslachah, menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis ke-54 FKH Unair bukan sekadar momentum bertambahnya usia, melainkan penegasan komitmen institusi untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Prof. Lilik, Dies Natalis ke-54 mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Cita, Satu Dampak”, yang merefleksikan semangat kolaborasi antara FKH Unair dan Ikatan Alumni (SAGAVET) untuk bergerak bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa institusi sebesar apa pun tidak akan bermakna tanpa dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Bukan tentang usia 54 tahun, tetapi tentang kontribusi dan dampak yang harus diberikan FKH Unair kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, FKH Unair berhasil meraih Penghargaan Kinerja Terbaik 2025 dengan capaian Gold, yang merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra strategis.
Prof. Lilik juga menjelaskan bahwa rangkaian Dies Natalis ke-54 telah berlangsung sejak 25 November 2025 hingga Juli 2026, dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sebagai gerakan fakultas yang membumi. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, antara lain guest lecturer dan talkshow internasional untuk memperkuat rekognisi FKH Unair di tingkat global.
Selain itu, FKH Unair bersama SAGAVET turut terjun langsung ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian, seperti penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lombok Timur, program kastrasi kucing di lingkungan kampus, pengendalian penyakit zoonosis, serta pemberdayaan UMKM di sekitar kampus.
Pada puncak Dies Natalis, FKH Unair juga meluncurkan program Desa Binaan di Kabupaten Bojonegoro yang akan berjalan selama lima tahun. Program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya sentra-sentra peternakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta dukungan penuh dari Universitas Airlangga.
Prof. Lilik turut mengapresiasi peran besar alumni FKH Unair yang tergabung dalam SAGAVET. Dukungan alumni, baik dalam bentuk pendanaan, sarana, maupun dukungan nonfinansial, menjadi bukti bahwa alumni bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga kekuatan masa kini dan masa depan FKH Unair.
Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, FKH Unair juga akan merilis buku reflektif menuju 55 tahun FKH Unair, yang menjadi dokumentasi perjalanan institusi sekaligus inspirasi bagi generasi mendatang.
Menutup sambutannya, Prof. Lilik mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat satu cita, dan menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat, fakultas, universitas, serta dunia internasional.
Sedangkan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA Unair), Prof. Dr. Bambang Sekartaji Lukiswanto, drh., DEA, menegaskan bahwa alumni Universitas Airlangga, termasuk alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair, memiliki daya saing yang sangat kuat di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Bambang menyampaikan bahwa Unair saat ini menempati peringkat sangat membanggakan dalam pemeringkatan pendidikan dunia. Berdasarkan lembaga pemeringkatan internasional, Unair berada di peringkat pertama di Indonesia, kesembilan di Asia Tenggara, dan masuk jajaran universitas terbaik dunia. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari peran besar para alumni.
“Indikator penting dalam pemeringkatan tersebut adalah employer recognition, yaitu penilaian dari para pengguna lulusan. Alumni Unair saat ini menempati posisi kedua terbaik secara nasional dalam aspek tersebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, alumni FKH Unair tersebar luas di berbagai bidang dan wilayah, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, pengurus wilayah IKA Unair yang sebelumnya hanya terbentuk di satu daerah, kini telah berkembang menjadi lebih dari 12 pengurus wilayah di Indonesia, serta tujuh pengurus cabang internasional di berbagai negara seperti Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat.
Prof. Bambang juga menyoroti karakter alumni FKH Unair yang dinilai adaptif dan memiliki pola kinerja yang khas. Menurutnya, alumni FKH tidak hanya berkiprah sebagai pekerja kantoran, tetapi juga banyak yang berperan sebagai pelaku usaha, inovator, dan figur yang mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat
Ia pun mendorong agar kolaborasi antara alumni, fakultas, dan universitas terus diperkuat agar kontribusi alumni FKH Unair semakin terasa nyata. Salah satu peluang kolaborasi yang disampaikan adalah keterlibatan alumni dalam program strategis pemerintah, termasuk rencana impor dan pengelolaan sapi indukan yang akan dipusatkan di Jawa Timur dalam waktu dekat.
Menutup sambutannya, Prof. Bambang menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-54 FKH Unair serta berharap FKH Unair beserta seluruh alumninya dapat terus memberikan manfaat dan dampak positif bagi institusi, masyarakat, dan dunia.









Komentar