Pasuruan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur meresmikan Gedung Baru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan, Rabu (21/1/2026). Peresmian tersebut berlangsung di Jl. Raya Kedawung Wetan, Dusun Buntalan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan layanan rehabilitasi sosial bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani, MM. diwakili oleh Sekretaris Dinsos Jatim, Yusmanu S.S.T. yang menyampaikan laporan sekaligus apresiasi atas perhatian Gubernur Jawa Timur terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya penerima manfaat rehabilitasi sosial bina laras.

Yusmanu mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan dan kualitas layanan rehabilitasi sosial bagi ODGJ. Ia menjelaskan bahwa sebelum menempati gedung baru, UPT RSBL Pasuruan kerap mengalami kendala serius akibat banjir yang rutin terjadi setiap tahun, khususnya pada periode Desember hingga Februari.
“UPT RSBL Pasuruan sebelumnya merupakan langganan banjir. Kondisi tersebut tentu sangat mengganggu pelayanan dan kenyamanan penerima manfaat. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur atas perhatian Ibu Gubernur yang telah memberikan solusi nyata melalui pembangunan gedung baru ini,” ujarnya.
Gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada tahun 2024 dengan berdiri di atas lahan seluas 3 hektare. Fasilitas ini dinilai lebih representatif dan aman, sekaligus menjadi simbol keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan perlindungan dan layanan yang layak bagi ODGJ, khususnya di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Tidak hanya berhenti di Pasuruan, perhatian Gubernur Jawa Timur juga diwujudkan melalui pembangunan gedung baru UPT RSBL Kediri pada tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp22,277 miliar di atas lahan seluas 2,7 hektare. Pembangunan tersebut memperkuat sistem layanan rehabilitasi sosial bina laras yang terintegrasi di Jawa Timur.
Dalam laporannya, Yusmanu juga memaparkan data penerima manfaat. Saat ini, UPT RSBL Pasuruan menampung sebanyak 305 orang, terdiri atas kategori berat sebanyak 141 orang dan kategori ringan sebanyak 164 orang, dengan komposisi 216 laki-laki dan 80 perempuan. Sementara itu, UPT RSBL Kediri melayani 300 orang penerima manfaat, dengan kategori berat 71 orang, sedang 171 orang, dan ringan 58 orang. Penerima manfaat kategori ringan tersebut pada dasarnya telah siap dipulangkan, namun masih menghadapi tantangan penerimaan dari pihak keluarga.
“Ke depan, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar proses reintegrasi sosial penerima manfaat dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Selain layanan rehabilitasi, para penerima manfaat juga dibekali berbagai keterampilan produktif, seperti membatik, menganyam, dan keterampilan kreatif lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal kemandirian bagi penerima manfaat setelah kembali ke masyarakat.
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur juga masih mengelola satu balai rehabilitasi lainnya di BMK Sidoarjo yang saat ini menampung sekitar 400 orang penerima manfaat. Dalam pelaksanaan layanan, Dinsos Jatim secara konsisten bekerja sama dengan rumah sakit jiwa, termasuk Rumah Sakit Jiwa Menur, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota terkait.
Pada kesempatan tersebut, Yusmanu turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Kediri atas dukungan yang diberikan, serta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Jawa Timur yang terus memberikan perhatian terhadap penguatan layanan rehabilitasi sosial.
Mengakhiri laporannya, Yusmanu memohon perkenan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan arahan sekaligus meresmikan Gedung Baru UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan.









Komentar