Surabaya- Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan pentingnya penguatan deklarasi damai antarperguruan silat sebagai agenda prioritas yang perlu terus dieksplorasi dan digelorakan.
Menurutnya, kerukunan antarpesilat adalah kebutuhan mendesak agar seluruh perguruan dapat hidup rukun dan bersatu tanpa adanya gesekan atau sikap saling menyinggung satu sama lain.
BHS menegaskan bahwa insan pencak silat harus menjadi satu kesatuan yang utuh, baik di dalam internal perguruan maupun dalam hubungan eksternal antarperguruan.
Lebih lanjut, BHS menyampaikan bahwa persatuan ini sangat diharapkan terwujud di antara sembilan perguruan historis yang tergabung dalam naungan IPSI Jawa Timur.
Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada satu pun perguruan silat yang menginginkan anggotanya terlibat dalam bentrokan fisik atau konflik di lapangan.
Jika terjadi tindakan anarkis atau perkelahian, hal tersebut murni merupakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan sama sekali tidak mencerminkan ajaran asli dari perguruan tersebut.
BHS mengingatkan kembali bahwa setiap perguruan silat sejatinya mengajarkan kesantunan, pelestarian budaya, dan kedisiplinan yang tinggi. Nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan keutuhan NKRI pun telah melekat kuat dalam “Tujuh Janji Pesilat” yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota.
Melalui acara ini, ia berharap oknum-oknum yang merusak nama baik silat tidak lagi muncul, sehingga pencak silat tetap terjaga martabatnya sebagai simbol persatuan dan jati diri bangsa.
Berikut isi Deklarasi Damai :
”Kami, perguruan pencak silat anggota IPSI Jawa Timur, dengan ini menyatakan komitmen kami untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam olahraga pencak silat. Kami berjanji untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik atau kekerasan, dan akan selalu berusaha menyelesaikan perbedaan dengan cara damai dan sportif, demi kemajuan dan kehormatan pencak silat.”









Komentar