Surabaya- Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar Kick Off Meeting Kegiatan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) pada Kamis, 13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dimulainya tahapan pelaksanaan proyek strategis perkeretaapian yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, perwakilan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Catur Wicaksono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kick off meeting tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya perkeretaapian, merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Surabaya yang terus berkembang pesat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat yang semakin tinggi berdampak pada meningkatnya pergerakan orang dan barang. Kondisi tersebut memerlukan solusi transportasi massal yang terintegrasi, efisien, serta berkelanjutan guna mengurangi beban lalu lintas sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi.
Catur menjelaskan bahwa berdasarkan kajian engineering tahun 2022, penggunaan kereta api di kawasan tersebut masih berada pada kisaran 5 persen dari total pergerakan. Melalui pengembangan sistem perkeretaapian berbasis elektrifikasi dalam proyek Surabaya Regional Railway Line, diharapkan terjadi peralihan moda transportasi secara signifikan dan peningkatan layanan angkutan massal perkotaan.
Secara teknis, proyek ini mencakup beberapa segmen utama, di antaranya:
-Segmen P1A Sidoarjo – Gubeng sepanjang 22 km beserta pembangunan depo di Sidoarjo,
-Segmen P1B Gubeng – Pasar Turi sekitar 5 km,
-Segmen P2 Wonokromo – Mojokerto sepanjang 40 km,
-Segmen Sidoarjo – Tanggulangin/Tarik sekitar 22 km,
-Serta Kendangan – Indro sepanjang 10 km.
Pelaksanaan proyek SRRL ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas layanan hingga 15–20 persen. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil dari proses perencanaan panjang yang melibatkan berbagai tahapan kajian dan koordinasi lintas sektor.
Desain yang disiapkan meliputi basic design dan detail engineering design untuk mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, Catur menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan proyek ini.
“Keberhasilan Surabaya Regional Railway Line sangat bergantung pada kolaborasi dan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Dengan dimulainya kick off meeting ini, diharapkan proyek SRRL dapat menjadi tonggak transformasi sistem transportasi perkotaan di Surabaya Raya yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.








Komentar