Surabaya – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPU, menyampaikan bahwa masih terdapat ratusan perlintasan kereta api yang belum dilengkapi palang pintu di wilayah Jawa Timur.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dishub Jatim saat ini tercatat sekitar 218 perlintasan kereta api yang belum memiliki palang pintu. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 perlintasan berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota untuk dilakukan penjagaan maupun pengamanan.
“Yang belum dipasang palang pintu sekitar 218 perlintasan. Kami sudah menyampaikan surat kepada pemerintah kabupaten/kota agar dilakukan penjagaan sesuai dengan kewenangannya,” ujarnya saat menghadiri Apel Operasi Ketupat di Mapolda Jatim Kamis 12 Maret 2026.
Selain itu, terdapat pula sekitar 300 perlintasan kecil yang meskipun ukurannya tidak besar, tetap memerlukan perhatian dalam aspek keselamatan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan guna meningkatkan pengawasan serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.
Diketahui sebelumnya, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar rapat pendalaman rencana operasi masa Angkutan Lebaran 1447 H/2026 untuk moda perkeretaapian pada 6 Maret 2026 lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Rapat yang dilaksanakan melalui Bidang Perkeretaapian dan Jaringan Transportasi tersebut melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, PT KAI Daop di wilayah Jawa Timur, serta Dinas Perhubungan kabupaten/kota yang dilintasi jalur kereta api.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah strategis guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk penguatan pengawasan serta penyediaan fasilitas keselamatan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional kereta api sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan selama masa Angkutan Lebaran.
Selain itu, pemerintah kabupaten/kota juga menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi perlintasan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi perkeretaapian di Jawa Timur.









Komentar