PARIGI MOUTONG, Mediacentral.info – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah bersama tim gabungan Polres Parigi Moutong menggencarkan operasi penindakan terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (11/4/2026).
Langkah tegas ini diambil untuk menghentikan kerusakan lingkungan akibat aktivitas ilegal yang marak terjadi.
Operasi yang berlangsung dari pagi hingga malam hari tersebut menyasar tiga titik strategis, yakni Desa Tombi (Kecamatan Ampibabo), Desa Sausu Torono (Kecamatan Sausu), serta Desa Lobu (Kecamatan Moutong).
Dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Suratno, S.I.K., M.H., bersama Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., tim gabungan yang melibatkan personel TNI dari Koramil dan Yonif 918/TP bergerak cepat melakukan penertiban di lapangan.
Di Desa Tombi, aparat menyita enam unit talang; lima di antaranya dipasangi garis polisi, sementara satu unit dibakar di tempat sebagai efek jera.
Penindakan lebih masif terjadi di Desa Sausu Torono, di mana petugas memusnahkan fasilitas penunjang tambang milik pemodal, mulai dari bangunan tempat tinggal penambang, mesin penyedot air, hingga peralatan pertambangan lainnya. Sementara di Desa Lobu, petugas memasang garis polisi pada bekas lokasi tambang serta menyebarkan baliho imbauan larangan aktivitas ilegal.
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum.
“Masyarakat harus mematuhi aturan yang berlaku. Aktivitas pertambangan tanpa izin tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memiliki konsekuensi pidana berat yang diatur dalam undang-undang,” tegas Kombes Pol Djoko.
Meskipun dalam operasi ini petugas tidak menemukan pelaku di lokasi akibat minimnya informasi dari warga setempat, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti karpet penangkap emas, mesin gerinda, dan perlengkapan kelistrikan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, situasi di lokasi penertiban dilaporkan aman dan kondusif.***









Komentar