Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada Senin, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Gedung Negara Grahadi dan diikuti oleh berbagai elemen pendidikan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga para guru dan tenaga kependidikan.
Upacara berlangsung khidmat sekaligus istimewa, karena melibatkan pasukan pengibar bendera yang terdiri dari gabungan siswa lintas jenjang pendidikan. Hal ini menjadi simbol integrasi dan kolaborasi dalam dunia pendidikan di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian pendidikan di Jawa Timur yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur berhasil diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, serta enam tahun berturut-turut melalui jalur tes. Khofifah berharap capaian tersebut dapat kembali terulang pada tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, serta dukungan dari berbagai pihak eksternal, termasuk dunia usaha dan dunia industri. Khususnya bagi SMK, keterlibatan sektor industri dinilai sangat penting dalam memperkuat kompetensi dan kesiapan kerja para siswa.
Selain itu, Pemprov Jatim juga terus mendorong penguatan kesehatan pelajar, terutama bagi siswi, melalui program pemberian tablet tambah darah guna mencegah anemia. Program ini dilakukan secara terintegrasi, termasuk melalui mekanisme daring.
Khofifah juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Ia mengingatkan agar penggunaan gawai di lingkungan sekolah dapat diatur dengan baik, sehingga tidak mengganggu konsentrasi belajar dan tetap mendukung interaksi sosial antar siswa.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan berbagai program unggulan, seperti pengembangan sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan yang telah diterapkan di 146 sekolah. Program ini mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, seperti peternakan, budidaya perikanan, hingga produksi pangan bernilai gizi tinggi.
Tak hanya itu, program double track di SMA serta pengembangan kendaraan listrik di SMK juga menjadi fokus dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. Pemprov Jatim juga memperkuat program pendidikan berbasis ketarunaan untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang berkarakter dan berintegritas.
Prestasi siswa Jawa Timur pun terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mulai dari juara kompetisi kejuruan nasional hingga karya siswa di bidang fashion yang mampu menembus pasar global.
Khofifah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, dengan memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal.
“Prestasi bukanlah titik akhir, tetapi sebuah proses yang harus terus dirawat dan ditingkatkan,” tegasnya.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, diharapkannya semangat kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan di Jawa Timur semakin kuat, guna menyongsong terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.









Komentar