Donggala, Central.pendidikan – Acara penutupan Kemah Bakti Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira se-Kabupaten Donggala digelar dengan khidmat pada Minggu pagi di bumi perkemahan Lapangan Sepak Bola Kai Pande, Desa Sabang, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. (10/5/2026)

Kegiatan ini menjadi momen puncak rangkaian kegiatan yang penuh makna, semangat, dan kebersamaan bagi seluruh peserta.
Turut hadir dalam acara penutupan ini Camat Dampelas, Nuryadin S.Pd., Anggota PMI Kabupaten Donggala beserta jajarannya, Danramil Dampelas, Kapolsek Damsol, para Kepala Sekolah SMA/SMK, serta para pembina PMR dari seluruh wilayah Kabupaten Donggala. Hadir pula ratusan anggota PMR Wira yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kemah bakti ini dengan penuh antusiasme.
Dalam sambutannya, Nuryadin S.Pd. mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. “Hari ini kalian telah meninggalkan kenyamanan rumah untuk belajar mandiri, tidur di bawah tenda, dan berlatih di bawah terik matahari maupun dinginnya malam. Saya melihat semangat yang luar biasa, baik dalam setiap simulasi pertolongan pertama, setiap lomba, maupun dalam kebersamaan yang kalian bangun bersama,” ungkap Nuryadin.
Ia menekankan bahwa Kemah Bakti ini bukan sekadar ajang berkumpul atau mencari pemenang lomba, melainkan wadah utama untuk menanamkan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional ke dalam hati dan jiwa setiap anggota PMR.

“Kalian telah belajar tentang kemanusiaan, maka jadilah orang yang pertama menolong teman yang sedang kesusahan. Kalian belajar tentang kesukarelaan, maka janganlah mengharap imbalan saat memberikan bantuan.
Melalui Tri Bakti PMR, kalian juga telah berjanji untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat serta mempererat persahabatan, baik secara nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Nuryadin juga berpesan agar ilmu dan pengalaman yang didapat selama kemah tidak berhenti di lokasi kegiatan saja. “Setelah upacara selesai dan kalian kembali ke rumah masing-masing, tugas kalian sebagai anggota PMR justru baru dimulai. Segala ilmu yang kalian peroleh—mulai dari teknik pertolongan, evakuasi, hingga kepemimpinan—harus bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitar.
Jadilah contoh teladan bagi teman-teman kalian dalam hal kedisiplinan dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Nuryadin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras di balik layar demi kelancaran seluruh rangkaian acara.
Ia juga meminta maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan kegiatan, dan mengajak peserta menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk pendewasaan diri.
“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, 10 Mei 2026, kegiatan Kemah Bakti PMR Wira se-Kabupaten Donggala secara resmi saya nyatakan selesai,” tutup Nuryadin diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.***
Wartawan: HERDIK LAKAENG









Komentar