PARIGI MOUTONG, Central.info — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong sejak dini hari menyebabkan banjir bandang meluap dan merendam puluhan rumah warga di Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin (18/5/2026) sekira pukul 03.00 WITA. Peristiwa visual yang mencekam ini terjadi akibat jebolnya tanggul sungai setempat yang kian menipis, sehingga tidak mampu menahan lonjakan debit air yang datang secara mendadak saat warga tengah tertidur lelap.
Berdasarkan laporan resmi Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, luapan air setinggi lutut orang dewasa tersebut menggenangi dua wilayah pemukiman padat penduduk secara agresif. Tercatat sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 1 dan 10 KK di Dusun 2 terdampak langsung oleh material lumpur dan luapan air. Selain pemukiman warga, fasilitas publik penting seperti sebuah gedung Posyandu, lapangan sepak bola, serta satu unit musala dilaporkan turut terendam banjir.
Kepala Pelaksana BPBD memastikan bahwa hingga saat ini korban jiwa maupun pengungsi dilaporkan nihil, lantaran warga dengan sigap langsung mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Kendati demikian, kerugian material diproyeksikan terus bertambah seiring dengan masih tingginya intensitas genangan air di area pemukiman warga.
Dari hasil analisis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemicu cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 3 (Samudra Hindia) serta gelombang Kelvin secara spasial di atas wilayah Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang sangat masif. Selain itu, adanya belokan angin di sekitar wilayah khatulistiwa berpadu dengan anomali suhu muka laut di Teluk Tomini yang menghangat antara 1.0 °C hingga 2.0 °C, sehingga menyuplai massa uap air dalam jumlah besar yang memicu hujan lebat disertai angin kencang.
BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini berkala tiga harian sejak 17 hingga 19 Mei 2026. Wilayah Kabupaten Parigi Moutong beserta belasan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah seperti Sigi, Donggala, Poso, Buol, dan Kota Palu kini berstatus ‘Waspada’ terhadap ancaman bencana hidrometeorologi susulan.
Hingga berita ini diturunkan, diseminasi informasi dan koordinasi darurat terus digencarkan oleh pihak BPBD melalui jejaring komunikasi darurat TNI-POLRI dan relawan penanggulangan bencana setempat. Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan daerah bermorfologi curam, agar tetap meningkatkan kewaspadaan penuh mengantisipasi potensi banjir bandang susulan maupun tanah longsor.***









Komentar