Media Central Magetan, Meriah, tradisi nguri-nguri budaya yang digelar Pemerintah Desa Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Jatim bersama warga masyarakat Dukuh Wonomulyo, melaksanakan Adat Galungan pada Senin (17/11/2025) malam.
Gelaran ini bukan hanya momentum
untuk memperkuat kerukunan antarwarga dan melestarikan budaya lokal, namun juga sebagai pelestarian budaya warisan leluhur yang harus dijaga agar tidak punah dan menjadi identitas tradisi yang ada.
Pada prosesi Adat Galungan Dukuh Wonomulyo yang digelar diiringi iring-iringan terhimpun dari pemuda-pemudi berkostum ala kerajaan, yang diikuti arak-arakan delapan tumpeng, terdiri dari tumpeng kelapa, tumpeng hasil bumi (sayur mayur), tumpeng pisang, tumpeng gula merah, tumpeng nasi jagung, tumpeng botok pelas, tumpeng tempe bakar ikan asin, dan tumpeng gandik (jadah jagung). Serta juga iring-iringan warga (tiap rumah) wajib membawa pisang, gula merah, dan kelapa, menuju Makam Keramat Ki Hajar Wonokoso.
Kegiatan tersebut merupakan bagian penting, bentuk penghormatan kepada para pendahulu atau cikal bakal Dukuh Wonomulyo. Sebagaimana dikatakan Bapak Senin, juru kunci Makam Keramat Ki Hajar Wonokoso.
“Ziarah yang kita lakukan ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada para pendahulu kita, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai gotong royong dan kerukunan yang diwariskan kepada kita, “ujarnya.
Lebih lanjut beliau juga menyampaikan perihal Ki Hajar Wonokoso yang menurut sejarah wafat dan lahirnya di hari yang sama, yaitu Selasa Wage, dan juga wuku dalam Jawa yakni Galungan. “Maka pelestarian budaya Adat Galungan ini kita laksanakan tujuh bulan sekali sebagai warisan nilai-nilai leluhur, “tegasnya.
Senada juga disampaikan H.Pardi, S.Pd selaku Kepala Desa Genilangit, bahwa Adat Galungan yang dilaksanakan tujuannya untuk menghormati, dan mendoakan leluhur, membersihkan lingkungan desa secara spiritual dan fisik. Selain itu, upaya menjaga warisan budaya dan identitas desa, menumbuhkan rasa syukur, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Mengenai ziarah makam yang dilakukan di Makam Keramat Ki Hajar Wonokoso diyakini sebagai cikal bakal Dukuh Wonomulyo, pada prosesinya dilaksanakan dengan doa bersama, tahlil, dan tabur bunga di makam leluhur atau sesepuh, dengan penuh kekhusyukan secara bergantian.
Dan untuk diketahui selain tumpah ruah warga masyarakat, ikut hadir juga Bupati Magetan, Bunda Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, S.H, M.H, Forkopimca Poncol yang turut hadir menyaksikan kemeriahan rangkaian acara Adat Galungan Dukuh Wonomulyo ini. (ex)









Komentar