Surabaya- Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Fraksi Gerindra dr. Benjamin Kristianto, MARS, membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan agar tubuh tetap prima, terutama dalam menghadapi perubahan jadwal makan yang cukup drastis.
Menurutnya, menjelang dan selama bulan puasa, gangguan kesehatan yang paling sering terjadi adalah masalah lambung. Perubahan waktu makan dari pagi, siang, dan malam menjadi saat berbuka, setelah tarawih, hingga sahur, membuat lambung perlu beradaptasi. Perubahan pola tersebut kerap memicu peningkatan asam lambung jika tidak disikapi dengan bijak.
Benjamin mengingatkan agar masyarakat tidak “balas dendam” saat berbuka puasa. Ia menyarankan untuk makan secara bertahap agar lambung dapat menyesuaikan diri. Makanan yang terlalu pedas, asam, serta konsumsi kopi sebaiknya dikurangi untuk mencegah gangguan pencernaan.
Selain itu, ia juga mengimbau para perokok agar tidak langsung merokok setelah berbuka. Sebaiknya, dahulukan dengan minum air putih yang cukup. Ia juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan, termasuk dengan minum air putih di malam hari agar fungsi ginjal tetap berjalan baik.
Dari sisi nutrisi, Benjamin menegaskan pentingnya asupan protein selama Ramadan. Protein dapat diperoleh dari ikan dan telur untuk menjaga daya tahan tubuh. Ia juga menyarankan konsumsi multivitamin bila diperlukan guna menunjang kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan asupan nutrisi, Benjamin berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan sehat dan optimal.
Anggota DPRD Jatim Benjamin Kristianto Bagikan Tips Sehat Selama Ramadan
Surabaya- Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Fraksi Gerindra dr. Benjamin Kristianto, MARS, membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan agar tubuh tetap prima, terutama dalam menghadapi perubahan jadwal makan yang cukup drastis.
Menurutnya, menjelang dan selama bulan puasa, gangguan kesehatan yang paling sering terjadi adalah masalah lambung. Perubahan waktu makan dari pagi, siang, dan malam menjadi saat berbuka, setelah tarawih, hingga sahur, membuat lambung perlu beradaptasi. Perubahan pola tersebut kerap memicu peningkatan asam lambung jika tidak disikapi dengan bijak.
Benjamin mengingatkan agar masyarakat tidak “balas dendam” saat berbuka puasa. Ia menyarankan untuk makan secara bertahap agar lambung dapat menyesuaikan diri. Makanan yang terlalu pedas, asam, serta konsumsi kopi sebaiknya dikurangi untuk mencegah gangguan pencernaan.
Selain itu, ia juga mengimbau para perokok agar tidak langsung merokok setelah berbuka. Sebaiknya, dahulukan dengan minum air putih yang cukup. Ia juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan, termasuk dengan minum air putih di malam hari agar fungsi ginjal tetap berjalan baik.
Dari sisi nutrisi, Benjamin menegaskan pentingnya asupan protein selama Ramadan. Protein dapat diperoleh dari ikan dan telur untuk menjaga daya tahan tubuh. Ia juga menyarankan konsumsi multivitamin bila diperlukan guna menunjang kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan asupan nutrisi, Benjamin berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan sehat dan optimal.









Komentar