SURABAYA – Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh masyarakat Jawa Timur. Bertempat di halaman Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Dukuh Kupang, Surabaya, digelar acara seremoni pelepasan bantuan untuk korban bencana ekologi yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera.
Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Asisten 1 Setdaprov Jatim sekaligus Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kabiro Kesra), Imam Hidayat, S.Sos, M.M., yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Turut mendampingi jajaran pimpinan BAZNAS Jatim, di antaranya Ketua BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa beserta para Wakil Ketua (Waka I hingga Waka IV), serta perwakilan dari BAZNAS RI, Kolonel (Purn) Nur Chamdani.
Dalam sambutannya, Imam Hidayat memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Jawa Timur yang berhasil menggalang dana bantuan dalam jumlah yang fantastis. Hingga saat ini, total bantuan yang terkumpul mencapai angka Rp9 miliar, termasuk kontribusi signifikan dari BAZNAS kabupaten/kota seperti Jombang yang menyumbangkan sekitar Rp900 juta.
”Ini bukan sekadar angka, tapi ini adalah bentuk kepercayaan (trust) masyarakat yang luar biasa kepada BAZNAS Jatim. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita memiliki empati yang sangat tinggi untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan di Sumatera dan Aceh,” ujar Imam Hidayat.
Ia juga mengenang betapa sulitnya medan saat bencana awal terjadi pada pertengahan Desember lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sempat mengalami kendala akses, bahkan armada dapur umum sempat kesulitan menembus lokasi bencana demi mengantarkan bantuan.
Mitigasi Bencana di Jawa Timur
Selain membahas bantuan untuk luar pulau, Imam Hidayat juga mengungkapkan langkah preventif yang tengah dilakukan Pemprov Jatim untuk menjaga wilayah sendiri. Mengingat prakiraan curah hujan yang akan melonjak hingga 58% pada bulan Januari, Pemprov Jatim telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
”Operasi ini bertujuan untuk meratakan dan mengurangi intensitas curah hujan. Jika tidak dilakukan mitigasi sejak dini, kita khawatir dampaknya bisa serupa dengan apa yang terjadi di Sumatera. Ini adalah upaya kita mengurangi risiko bencana di Jawa Timur,” jelasnya.
Doa untuk Para Donatur
Acara pelepasan bantuan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan organisasi mitra, seperti Ketua DMI Jawa Timur , serta perwakilan dari Kodam, Polda, Kejaksaan, dan Kemenag.
Menutup sambutannya, Imam menyampaikan harapan agar bantuan yang dikirimkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi keberkahan bagi para donatur.
”Semoga masyarakat Jawa Timur yang telah menyisihkan hartanya diberikan kelancaran usaha, rezeki yang luas, serta kesehatan bagi keluarganya. Ini adalah kerja keras kita bersama, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.









Komentar