Surabaya – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur menggelar Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN TK. II) Angkatan II Tahun 2026 pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif Dalam Mengelola Agenda Strategis Nasional Untuk Mewujudkan Keberlanjutan Pembangunan di Tengah Tantangan Fiskal dan Ketidakpastian Global” dan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan ASN Achievement Award.
Acara berlangsung di Gedung “Sasana Wiyata Praja” BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama, Tandes, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat pimpinan tinggi pratama.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Ramliyanto menyampaikan komitmen Pemprov Jatim untuk terus menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II sesuai standar kualitas yang ditetapkan LAN RI.
Ramliyanto melaporkan bahwa pada tahun 2026 Jawa Timur mendapatkan kuota dua angkatan PKN Tingkat II dan berpeluang bertambah menjadi tiga angkatan apabila jumlah peserta memungkinkan. BPSDM Jatim, lanjutnya, berkomitmen mengembangkan pelatihan teknis, fungsional, maupun kepemimpinan berbasis inovasi tanpa meninggalkan standar mutu nasional.
PKN Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 diikuti 60 peserta, dengan komposisi tujuh orang dari kementerian/lembaga, yakni lima dari Kejaksaan Agung RI dan dua dari Kementerian Keuangan. Selain itu, peserta juga berasal dari berbagai daerah di luar Jawa Timur, di antaranya Kota Kupang (NTT), Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Kabupaten Mempawah (Kalimantan Barat), serta satu peserta dari Papua.
Sementara dari kabupaten/kota di lingkungan Pemprov Jatim tercatat 32 peserta, antara lain dari Kabupaten Sumenep, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Nganjuk, Lamongan, Bojonegoro, Blitar, serta Kota Batu, Kota Malang, dan Kota Pasuruan.
Menurut Ramliyanto, tema PKN kali ini merupakan turunan dari arahan nasional LAN RI, yakni pengembangan kepemimpinan adaptif dalam mendukung transformasi tata kelola pemerintahan, memperkuat resiliensi nasional, dan meningkatkan daya saing global. Untuk Angkatan II ini, tema difokuskan pada kepemimpinan adaptif berbasis empati dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan strategis nasional.
Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran, visitasi kepemimpinan nasional akan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang tengah berada dalam fase pemulihan pascabencana. Lokasi tersebut dipilih sebagai laboratorium nyata untuk menguji empati, resiliensi, dan kapasitas kepemimpinan peserta dalam menghadapi krisis, keterbatasan, dan ketidakpastian.
Pada kesempatan itu, Ramliyanto juga melaporkan pelaksanaan ASN Achievement Award Tahun 2025 yang diberikan kepada sejumlah BKPSDM kabupaten/kota dengan tiga kategori, yakni Penyelenggaraan Pelatihan Terbaik, Implementasi Corporate University Terbaik, dan Proyek Perubahan dengan Dampak Terbaik. Penghargaan tersebut akan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kinerja unggul di bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur.
Menutup sambutannya, Ramliyanto menegaskan komitmen BPSDM Jatim untuk menyelenggarakan PKN Tingkat II secara optimal dan profesional, serta berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis demi kemajuan daerah dan bangsa.









Komentar