SURABAYA – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Persinas ASAD dalam dunia persilatan tanah air. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

BHS yang sengaja mempercepat agenda kunjungan kerjanya di Lampung demi hadir di acara ini, memuji kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Dedid Cahya Happyanto, M.T. Ia menyebut Persinas ASAD sebagai salah satu pilar kekuatan IPSI Jawa Timur yang secara konsisten berada di jajaran tiga besar perguruan berprestasi.
Dalam arahannya, BHS yang juga Anggota Komisi VII DPR RI tersebut menyampaikan penggunaan teknologi digital dalam sistem pembinaan Persinas ASAD. Menurutnya, inovasi ini menjadi kunci lahirnya atlet-atlet kaliber internasional seperti Amri dan Iqbal.
”Saya sangat mengapresiasi program digital yang dijalankan Prof. Dedid. Ini luar biasa dalam memantau pembinaan. Kita punya target besar, tidak hanya nasional, tapi mendominasi eksibisi pencak silat di Olimpiade 2028 nanti. Kita ingin mengulang kesuksesan Asian Games dengan menyumbangkan emas terbanyak,” ujar BHS optimis.
Salah satu poin paling menarik dalam sambutan BHS adalah pandangannya mengenai peran strategis pesilat dalam sistem pertahanan dan keamanan negara. Ia menyebutkan bahwa dengan jumlah pesilat yang mencapai sekitar 20% dari total penduduk Indonesia, mereka adalah kekuatan pertahanan non-formal yang masif.
”Jumlah Polri dan TNI terbatas, namun kita memiliki jutaan pesilat yang sudah terlatih kedisiplinan dan rasa kebangsaannya melalui Tujuh Prasetya Pencak Silat. Jika kota-kota seperti Surabaya menjadi ‘Kota Pesilat’, keamanan akan jauh lebih baik karena pesilat adalah benteng pertahanan di masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret bagi atlet berprestasi, BHS secara khusus menitipkan nama pesilat andalan Jatim, Iqbal, untuk diprioritaskan dalam rekrutmen di Polda Jawa Timur. Menurutnya, karakter pesilat yang disiplin, santun, dan bermental baja sangat cocok untuk menjadi anggota Polri.
”Mas Iqbal ini atlet berprestasi dan disiplin tinggi. Saya sudah laporkan ke Pak Kapolda agar bisa dibantu. Kita butuh polisi yang punya dasar bela diri kuat namun tetap santun kepada masyarakat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, BHS mengumumkan rangkaian kejuaraan silat yang akan digelar di Jawa Timur mulai Mei mendatang, mulai dari BHS Cup, disusul Kapolres Cup, hingga Kapolda Cup. Ajang-ajang ini juga akan dimanfaatkan kepolisian untuk menyosialisasikan aturan hukum guna mencegah perkelahian antarperguruan di luar gelanggang.
”Selamat bermusyawarah. Semoga Musprov VI ini menghasilkan program kerja terbaik dan terus menjadikan Persinas ASAD sebagai perguruan yang profesional dan berkarakter,” pungkas BHS sembari membuka acara secara resmi dengan bacaan Basmalah.









Komentar