oleh

Bulog Jatim Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan 2026: Stok Beras Capai 797 Ribu Ton

​SURABAYA – Menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Hingga saat ini, stok beras di gudang-gudang Bulog seluruh Jawa Timur tercatat mencapai 797 ribu ton, jumlah yang diklaim sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.

​Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengungkapkan bahwa optimisme ini didukung oleh percepatan penyerapan hasil panen petani yang sudah dimulai sejak pertengahan Januari 2026.

Hal tersebut disampaikan saat Peringatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) dengan pembagian sembako 600 Pengemudi Ojek Online yang dihadiri Menko Pangan RI Zulkiflin Hasan pada 27 Januari 2026 di Gedung Graha Sativa Perum Bulog Kanwil Jatim Kota Surabaya.

​Langgeng menjelaskan bahwa tren penyerapan tahun ini menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak 17 Januari, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 17 ribu ton setara beras (hasil dari sekitar 35 ribu ton Gabah Kering Panen/GKP).

​”Tahun lalu kita memecahkan rekor 10 tahun terakhir, di mana serapan baru dimulai signifikan pada Februari. Namun tahun ini, di bulan Januari saja kita sudah mengantongi 17 ribu ton. Ini modal kuat untuk mengejar target Tahun 2026 sebesar 883 ribu ton setara beras,” ujar Langgeng.

​Selain beras, Bulog Jatim juga mulai menyerap komoditas jagung untuk mendukung para peternak di wilayah Jawa Timur. Hingga saat ini, hampir 4.000 ton jagung telah terserap untuk memastikan ketersediaan pakan ternak tetap terjaga.
​Distribusi Minyak Goreng dan Kendali Inflasi

Bulog Jatim mengacu pada kebijakan baru Kementerian Perdagangan dengan kuota nasional sekitar 28 juta liter.

​Stabilitas Harga: Berdasarkan pantauan harian melalui koordinasi Tim Satgas Pangan, harga minyak goreng di Jawa Timur terpantau stabil dan terkendali.

​Intervensi Pasar Melalui SPHP
​Guna mengantisipasi lonjakan harga atau gejolak pasar, Bulog memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan berlangsung sepanjang tahun 2026.
​”Program SPHP dibuka terus sepanjang tahun. Jadi, kapan pun ada gejolak harga, kami bisa langsung melakukan intervensi di lapangan,” tegasnya.

​Meski puncak curah hujan di akhir Januari sempat memicu banjir di beberapa wilayah seperti Lamongan, Langgeng menyatakan dampaknya terhadap produksi secara keseluruhan di Jawa Timur relatif minim. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memitigasi risiko cuaca.

​Sebagai daerah surplus, Jawa Timur tidak hanya mengamankan kebutuhan domestik, tetapi juga berperan sebagai penyangga pangan nasional. Saat ini, stok dari Jatim telah didistribusikan ke 16 provinsi lain, termasuk wilayah Indonesia Timur seperti NTT dan Papua, hingga bantuan bencana alam ke Sumatera Utara.

​Ketentuan Harga Serap
​Hingga saat ini, Bulog masih memberlakukan harga serap yang sama dengan tahun 2025:
– GKP (Gabah Kering Panen): Rp. 6.500 per kg
– Beras Medium Rp. 12.000 per kg

​Dengan cadangan yang melimpah dan distribusi yang merata, Dirinya mengatakan masyarakat Jawa Timur diimbau untuk tidak khawatir mengenai ketersediaan pangan menyambut hari besar keagamaan mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *