oleh

Cahyo Harjo Serap Aspirasi Warga Putat Jaya Surabaya, Dengarkan Keluhan Beberapa Permasalahan

 

SURABAYA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat atau reses masa persidangan I tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Surabaya  24 November 2025.

 

Cahyo menyampaikan beberapa permasalahan masih menjadi tantangan utama bagi Kota Surabaya. Mulai dari penanganan kelompok rentan, persoalan pendidikan, hingga infrastruktur.

 

“Alhamdulillah hari ini kami sudah menjalankan titik terakhir reses periode tahun 2025 ini. Dari hasil penyerapan aspirasi, perhatian terhadap kelompok rentan, persoalan pendidikan hingga infrastruktur masih menjadi tantangan Surabaya sebagai kota metropolitan dan pusat ekonomi Indonesia Timur,” ujarnya saat reses di Simogunung Kramat Timur, Surabaya, Senin (24/11/25) malam.

 

Kelompok Rentan Masih Banyak Mengeluh

 

Cahyo menegaskan bahwa persoalan kelompok rentan — seperti lansia, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas — masih menjadi isu mendesak. Keluhan masyarakat menunjukkan bahwa penanganan kelompok ini perlu lebih ditingkatkan.

 

“Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya, namun dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga diperlukan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemkot, Pemprov, dan pemerintah pusat adalah kunci agar layanan bagi kelompok rentan bisa berjalan lebih optimal.

 

Pendidikan: Pemerataan Layanan Belum Merata

 

Di sektor pendidikan, aspirasi masyarakat menunjukkan masih adanya persoalan terkait pemerataan kualitas layanan dan ketersediaan infrastruktur pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

 

“Anak-anak di Surabaya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan nyaman. Ini PR yang harus kita tuntaskan bersama,” tegas Cahyo.

 

Infrastruktur: Banjir dan Kemacetan Jadi Sorotan Utama

 

Keluhan warga terkait infrastruktur juga muncul cukup kuat, terutama memasuki musim penghujan. Masalah banjir dan kemacetan disebut masih sering terjadi di beberapa titik.

 

Meski Pemkot Surabaya terus melakukan peningkatan dan perbaikan, Cahyo menilai masih ada sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi.

 

“Ini masih perlu ditingkatkan melalui pembangunan yang lebih tepat sasaran. Karenanya saya akan membicarakan ini di tingkat provinsi mengenai apa yang bisa dibantu. Saya juga akan menyampaikan ini ke DPRD Kota Surabaya Fraksi Gerindra untuk menjadi PR yang diperjuangkan,” jelasnya.

 

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Cahyo Harjo Serap Aspirasi Warga Putat Jaya Surabaya, Dengarkan Keluhan Beberapa Permasalahan

SURABAYA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat atau reses masa persidangan I tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Surabaya 24 November 2025.

Cahyo menyampaikan beberapa permasalahan masih menjadi tantangan utama bagi Kota Surabaya. Mulai dari penanganan kelompok rentan, persoalan pendidikan, hingga infrastruktur.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah menjalankan titik terakhir reses periode tahun 2025 ini. Dari hasil penyerapan aspirasi, perhatian terhadap kelompok rentan, persoalan pendidikan hingga infrastruktur masih menjadi tantangan Surabaya sebagai kota metropolitan dan pusat ekonomi Indonesia Timur,” ujarnya saat reses di Simogunung Kramat Timur, Surabaya, Senin (24/11/25) malam.

Kelompok Rentan Masih Banyak Mengeluh

Cahyo menegaskan bahwa persoalan kelompok rentan — seperti lansia, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas — masih menjadi isu mendesak. Keluhan masyarakat menunjukkan bahwa penanganan kelompok ini perlu lebih ditingkatkan.

“Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya, namun dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat juga diperlukan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemkot, Pemprov, dan pemerintah pusat adalah kunci agar layanan bagi kelompok rentan bisa berjalan lebih optimal.

Pendidikan: Pemerataan Layanan Belum Merata

Di sektor pendidikan, aspirasi masyarakat menunjukkan masih adanya persoalan terkait pemerataan kualitas layanan dan ketersediaan infrastruktur pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Anak-anak di Surabaya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan nyaman. Ini PR yang harus kita tuntaskan bersama,” tegas Cahyo.

Infrastruktur: Banjir dan Kemacetan Jadi Sorotan Utama

Keluhan warga terkait infrastruktur juga muncul cukup kuat, terutama memasuki musim penghujan. Masalah banjir dan kemacetan disebut masih sering terjadi di beberapa titik.

Meski Pemkot Surabaya terus melakukan peningkatan dan perbaikan, Cahyo menilai masih ada sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi.

“Ini masih perlu ditingkatkan melalui pembangunan yang lebih tepat sasaran. Karenanya saya akan membicarakan ini di tingkat provinsi mengenai apa yang bisa dibantu. Saya juga akan menyampaikan ini ke DPRD Kota Surabaya Fraksi Gerindra untuk menjadi PR yang diperjuangkan,” jelasnya.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *