Magetan. Media Central, Basuki Prihatin selaku Kepala MAN 3 Magetan dalam sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MAN 3 Magetan menyatakan bahwa, kegiatan SSK yang telah dilaksanakan di Madrasah meliputi, kesehatan mental, bullying, pernikahan dini, narkoba, dan pergaulan bebas. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus dengan tujuan agar meningkatkan wawasan pengetahuan siswa dan seluruh warga sekolah.
Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ini merupakan program strategis yang di gagas dalam kerangka pendidikan formal untuk menanamkan pemahaman kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga pada generasi muda, melalui SSK ini, siswa memperoleh pengetahuan sikap dan keterampilan yang diperlukan agar menjadi dan mampu merencanakan masa depan yang berkualitas. Hal ini sebagaimana disampaikan Basuki Prihatin, S.Pd, Kepala Sekolah MAN 3 Magetan dalam pertemuan pada Kamis (29/1/2026).
“SSK ini dapat menjadi sarana edukasi penting yang menumbuhkan karakter yang bertanggungjawab di kalangan pelajar, agar penanaman kesadaran kependudukan dapat di mulai sejak usia remaja, “katanya.
Menurutnya program SSK ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan yang tak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa. “Diharapkan tercipta generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sehingga nantinya menjadi generasi pemenang, “ucap Basuki Prihatin lebih lanjut.
Perlu diketahui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ini adalah program Pemerintah Kabupaten Magetan yang melibatkan kolaborasi dengan Dinas PPKBP3A, Dinas Pendidikan, serta sekolah (kepala sekolah, guru, dan siswa) untuk mencetak generasi Emas 2045. Dampaknya nanti, untuk siswa siswi MAN 3 Magetan sebagai generasi kedepan, menjadi orang yang mandiri, bisa menghidupi sendiri, dan bisa menghidupi keluarganya nanti.
Terhadap itu semua, Basuki Prihatin berpesan untuk peserta didik MAN 3 Magetan dengan adanya sosialisasi SSK, memahami tentang hal-hal kenakalan remaja, yaitu menghindari pergaulan bebas, menghindari pernikahan dini, sebagai upaya pembekalan pengetahuan tentang perencanaan kehidupan dalam segala hal yang berpotensi untuk kesejahteraan masa depan. (ex)









Komentar