Surabaya- Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2025 yang berlangsung pada 9–11 Desember 2025 di Surabaya. Musda ini menjadi forum tertinggi organisasi kepramukaan di tingkat provinsi dalam rangka evaluasi kinerja, perumusan kebijakan strategis, serta penentuan kepemimpinan Kwarda Pramuka Jawa Timur untuk periode lima tahun ke depan.

Musda Pramuka Jatim 2025 mengusung tema “Gerakan Pramuka Adaptif, Produktif, dan Berkelanjutan”, yang mencerminkan komitmen organisasi dalam merespons dinamika perubahan sosial, perkembangan zaman, serta kebutuhan pembinaan karakter generasi muda di era disrupsi.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur atau yang mewakili, jajaran Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), pimpinan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang se-Jawa Timur, para andalan daerah, pimpinan Saka dan Sako tingkat daerah, Dewan Kerja Daerah, serta perwakilan Kwartir Cabang dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap Gerakan Pramuka di Jawa Timur. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, jajaran OPD, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten mendampingi dan memperkuat peran Pramuka dalam pembinaan generasi muda.
Arum Sabil juga menyampaikan bahwa Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta Wakil Ketua Mabida Emil Elestianto Dardak, pada awalnya dijadwalkan hadir, namun karena tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, kehadiran keduanya diwakilkan. Meski demikian, dukungan terhadap Musda dan Gerakan Pramuka Jawa Timur tetap disampaikan secara penuh.
Sebelum memasuki agenda utama, Arum Sabil mengajak seluruh peserta Musda untuk mendoakan para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Aceh. Menurutnya, kepramukaan memiliki tanggung jawab moral untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu sesama, serta memperkuat solidaritas kebangsaan dalam situasi darurat.
“Sebagai bagian dari Gerakan Pramuka, kita memiliki kewajiban untuk menanamkan nilai kepedulian, kemanusiaan, dan gotong royong. Pramuka harus selalu hadir sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.
Lebih lanjut Arum Sabil menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda organisasi yang bersifat administratif, tetapi merupakan ruang konsolidasi dan refleksi bersama. Melalui Musda, seluruh jajaran Pramuka Jawa Timur diajak untuk meninjau kembali capaian satu periode kepengurusan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menyusun arah kebijakan dan program kerja untuk lima tahun mendatang.
“Musda adalah medan pengabdian strategis bagi keberlanjutan Gerakan Pramuka. Di forum inilah kita menentukan arah gerak organisasi, memastikan Pramuka tetap relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Tema adaptif, produktif, dan berkelanjutan, lanjut Arum Sabil, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk berinovasi. Di tengah perubahan sosial yang cepat, Pramuka dituntut mampu membaca tanda zaman, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menanamkan nilai-nilai karakter yang kokoh kepada generasi muda.
Musda Pramuka Jawa Timur 2025 diikuti peserta dari Kwartir Cabang se-Jawa Timur, unsur pimpinan daerah, dan Dewan Kerja. Kehadiran seluruh elemen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan soliditas Gerakan Pramuka Jawa Timur sebagai rumah besar pembinaan karakter generasi muda.
Dalam forum Musda ini, sejumlah agenda pokok dibahas, di antaranya penyampaian dan pengesahan laporan pertanggungjawaban Kwarda Pramuka Jawa Timur masa bakti 2020–2025, penyampaian dan pembahasan laporan hasil pemeriksaan keuangan, serta pengesahan rencana kerja Kwarda Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030.
Selain itu, Musda juga menetapkan agenda pemilihan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030, pembentukan tim formatur, serta pemilihan Ketua dan Anggota Lembaga Pemeriksa Keuangan periode berikutnya.
Arum Sabil berharap seluruh rangkaian sidang Musda dapat berlangsung dengan semangat musyawarah, persaudaraan, dan kebijaksanaan, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat peran Gerakan Pramuka di Jawa Timur.
“Marilah kita hadirkan gagasan-gagasan yang berakar pada realitas, ditopang oleh ilmu, dan diarahkan pada cita-cita besar Gerakan Pramuka. Semoga Musda ini melahirkan kepemimpinan yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa Pramuka Jawa Timur semakin maju dan berdaya,” pungkasnya.
“Ini momentum penting dalam memperkuat eksistensi Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda demi Jawa Timur yang tangguh dan berkelanjutan”. Ungkap Arum Sabil.









Komentar