oleh

Muslimat NU Jatim dan BPN Jawa Timur Perkuat Silaturahmi, Sampaikan Peran Perempuan dalam Pengelolaan Pendidikan dan Aset Umat

Surabaya — Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang dirangkai dengan silaturahmi kelembagaan, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini merupakan konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antara organisasi perempuan keagamaan dengan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan pendidikan nonformal dan penertiban aset umat.

Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Nyai Hj. Masruroh Wahid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif dan konsistensi para muslimah di seluruh Jawa Timur yang terus berkreasi, berinovasi, serta berkhidmat kepada umat tanpa henti, bahkan tanpa harus diperintah atau dikomando.

“Muslimah Jawa Timur ini luar biasa. Tanpa diminta, tanpa dikomando, mereka terus bergerak. Mereka bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga manajer bagi kantor, program, sekolah, panti asuhan, hingga rumah sakit yang dikelola secara mandiri dan gotong royong,” ungkap Nyai Masruroh.

Ia menjelaskan bahwa Muslimat NU memiliki konsentrasi utama pada pengelolaan pendidikan nonformal, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak (TK). Hampir setiap cabang Muslimat NU di tingkat kabupaten/kota memiliki satuan pendidikan PAUD, bahkan ada yang mengelola hingga tiga sampai lima lembaga pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

“Rata-rata sekolah itu berdiri di atas tanah milik Muslimat sendiri, dibangun dengan dana urunan anggota. Jumlah guru yang terlibat lebih dari 200 orang. Ini aset besar umat yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Nyai Masruroh menyampaikan pentingnya pendampingan dan arahan dari BPN Jawa Timur agar kepemilikan aset Muslimat NU, baik berupa tanah, sekolah, panti asuhan, maupun rumah sakit, dapat tertib secara administrasi dan hukum, serta terhindar dari potensi sengketa atau penyalahgunaan.

“Kami ingin aset-aset ini tetap menjadi milik Muslimat NU, dikelola untuk umat, dan tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain bidang pendidikan, Nyai Masruroh juga menyoroti kiprah Muslimat NU dalam bidang ekonomi dan sosial. Ia menyebut keberadaan Koperasi Konsumen Syariah (KKS) Amnisa yang kini telah memiliki puluhan koperasi primer di cabang-cabang Muslimat NU se-Jawa Timur.

Di tingkat anak cabang, Muslimat juga membentuk kelompok ta’awun sebagai penguatan ekonomi berbasis kebersamaan.

Tak hanya itu, Muslimat NU Jatim juga aktif dalam program ketahanan dan perbaikan gizi melalui kerja sama fortifikasi pangan skala besar bersama UNICEF dan sejumlah mitra. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak melalui beras fortifikasi yang diproduksi oleh petani-petani Muslimat.

“Kami ingin hasil panen petani Muslimat bisa diperkaya dengan vitamin dan mineral demi kecukupan gizi generasi masa depan,” jelasnya.

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Nyai Masruroh juga mengajak seluruh kader Muslimat NU untuk tetap menjaga persatuan, ketenangan, dan optimisme dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang, baik di internal organisasi maupun di ruang publik.

“Jangan mudah bersedih atau terpancing. Yakinlah, Allah akan menyelesaikan semuanya dengan cara yang indah. Muslimat NU tetap satu bendera, satu tujuan, dan tegak lurus dari atas sampai bawah,” pesannya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh cabang Muslimat NU se-Jawa Timur, dari Banyuwangi hingga Pacitan, dari Sumenep hingga Tuban, atas dedikasi dan kerja nyata yang telah ditunjukkan sepanjang tahun.

Ia mengatakan bahwa Kegiatan refleksi akhir tahun ini menjadi penegasan Muslimat NU Jawa Timur terus mengambil peran strategis dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *