Mediacentral, Fenomena dugaan penyalahgunaan dana dan aset CSR di JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi (PMTS) menimbulkan keprihatinan mendalam. Program yang seharusnya menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan justru dipertanyakan transparansi dan akuntabilitasnya.
CSR Bukan Sekadar Formalitas
Corporate Social Responsibility (CSR) bukan hanya kewajiban regulasi, melainkan komitmen moral perusahaan terhadap masyarakat. Ketika dana besar dialokasikan untuk kegiatan olahraga atau hibah aset publik, maka pengelolaan harus dilakukan secara terbuka, terstruktur, dan sesuai aturan. Dugaan bahwa dana tidak sampai sepenuhnya ke panitia atau hibah ambulance tercatat atas nama pribadi jelas mencederai prinsip dasar CSR.
Pentingnya Tata Kelola dan Audit
Kelemahan terbesar yang tampak adalah minimnya mekanisme audit internal. Tanpa pengawasan yang ketat, setiap program berpotensi disalahgunakan. Regulasi dari SKK Migas dan Kementerian Sosial sudah jelas: aset hibah harus tercatat atas nama lembaga, bukan individu. Ketika aturan ini dilanggar, maka kredibilitas perusahaan terancam.
Dampak terhadap Kepercayaan Publik
Masyarakat Banggai berhak mendapatkan manfaat nyata dari CSR, bukan sekadar simbol atau proyek yang dikendalikan kepentingan individu. Ketidakjelasan pengelolaan dana dan aset akan menurunkan kepercayaan publik terhadap perusahaan BUMN, bahkan bisa memicu konflik sosial jika tidak segera ditangani.
Seruan Tindakan Nyata
Untuk memulihkan kredibilitas, JOB PMTS perlu segera:
Melakukan audit independen atas seluruh program CSR.
Menertibkan dokumen hibah agar sesuai regulasi.
Memastikan program berbasis kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan sempit.
Memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai atau menyalahgunakan wewenang.
CSR adalah jembatan antara perusahaan dan masyarakat. Jika jembatan itu rapuh karena penyalahgunaan, maka hubungan yang dibangun akan runtuh. JOB PMTS harus menunjukkan komitmen nyata bahwa mereka hadir bukan hanya untuk mengeksploitasi sumber daya, tetapi juga untuk menyejahterakan masyarakat Banggai dengan cara yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Penulis : Samsul Arif (FPTB)









Komentar