Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur menggelar Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 sekaligus meresmikan Masjid Nurul Hayat serta Gedung Utama Kantor DLH Provinsi Jawa Timur yang telah direvitalisasi.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk rekognisi dan apresiasi Pemprov Jatim kepada individu, kelompok, serta desa dan kelurahan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di wilayah Jawa Timur.
Dalam ajang Jatim Environment Award 2025, penghargaan diberikan melalui sejumlah kategori program unggulan. Salah satunya Penghargaan Desa/Kelurahan Berseri yang dianugerahkan kepada 115 desa/kelurahan, dengan rincian 41 kategori Mandiri, 58 kategori Madya, dan 16 kategori Pratama, atas keberhasilan mewujudkan lingkungan bersih dan sehat berbasis partisipasi masyarakat.

Selain itu, Jawa Timur juga mencatatkan capaian 280 Penghargaan Adiwiyata Nasional, yang terdiri dari 186 kategori Adiwiyata Nasional dan 94 kategori Adiwiyata Mandiri. Penghargaan ini diberikan kepada satuan pendidikan yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip peduli dan berbudaya lingkungan.
Penghargaan lainnya diberikan melalui program Eco Pesantren kepada 20 pondok pesantren, masing-masing 10 kategori Pratama dan 10 kategori Rintisan, yang dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan praktik pelestarian lingkungan hidup.
Pemprov Jatim juga memperoleh 20 sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama sebagai bentuk pengakuan atas aksi nyata masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Sementara itu, penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) diberikan kepada 10 individu atau kelompok atas dedikasi dan kontribusi berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan, yang sekaligus menjadi tahapan menuju penghargaan Kalpataru tingkat nasional.
Selain penyerahan penghargaan, Gubernur Jawa Timur meresmikan Masjid Nurul Hayat di lingkungan kantor DLH Jatim yang diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi seluruh pegawai. Peresmian juga dilakukan terhadap Gedung Utama DLH Jatim yang telah direvitalisasi sebagai bagian dari transformasi organisasi menuju lingkungan kerja yang lebih modern dan adaptif.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dr. Nurkholis, menyampaikan bahwa revitalisasi gedung tersebut merupakan komitmen pimpinan dalam menghadirkan ruang kerja yang kolaboratif dan inklusif guna mendorong kreativitas serta meningkatkan efisiensi kinerja pegawai.
Dengan kegiatan ini, Pemprov Jatim berharap dapat memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lingkungan hidup di Jawa Timur.
Sedangkan Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor sebagai kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Jawa Timur.
“Kekuatan kita ada ketika kita bersinergi dan berkolaborasi. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, baik pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, komunitas, maupun masyarakat,” tegasnya
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan lingkungan hidup, baik program Adiwiyata, Eco Pesantren, pengelolaan sampah, hingga pelestari fungsi lingkungan hidup. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam, melainkan pengakuan atas dedikasi nyata menjaga lingkungan di tengah tantangan yang semakin berat, khususnya persoalan sampah dan perubahan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengingatkan seluruh masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data BMKG Juanda.
Intensitas hujan di bulan Desember baru mencapai sekitar 20 persen, namun diprediksi meningkat tajam hingga 58 persen pada Januari, atau hampir tiga kali lipat.
“Pemprov Jawa Timur telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak awal Desember untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko banjir. Namun, cuaca ekstrem seperti angin kencang dan fenomena siklon masih menjadi tantangan besar yang perlu diwaspadai bersama,” jelasnya.
Gubernur menambahkan, fenomena perubahan iklim global saat ini menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak. Upaya teknologi dan mitigasi harus selalu dibarengi dengan kesadaran kolektif, kepedulian lingkungan, serta doa.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan hingga rampungnya Masjid Nurul Hayat, seraya berharap fasilitas tersebut menjadi amal jariyah dan pusat keberkahan bagi seluruh keluarga besar DLH Provinsi Jawa Timur.









Komentar