PARIGI MOUTONG – Perjalanan darat dari Kecamatan Moutong menuju Kota Palu pada Senin, 23 Maret 2026, menjadi gambaran nyata dinamika arus mudik di jalur Trans Sulawesi. Menggunakan kendaraan roda empat, rombongan awak media memulai perjalanan sekitar pukul 13.00 WITA dengan kondisi lalu lintas yang relatif lancar.
Di tengah perjalanan, rombongan menyempatkan diri beristirahat di ruas Molosipat, Tinombo, tepatnya di posko yang berada di Desa Lambori, Kecamatan Palasa. Posko tersebut menjadi salah satu titik singgah yang cukup membantu para pengguna jalan. Di lokasi ini, rombongan menikmati sajian makanan dan minuman yang telah disediakan oleh petugas posko, memberikan kesempatan untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
Setelah beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kota Palu melalui ruas Toboli–Tinombo. Rombongan sempat melintasi posko yang berada di wilayah Desa Sigenti. Namun, karena pertimbangan waktu, awak media tidak berhenti di posko tersebut dan memilih terus melanjutkan perjalanan.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa rombongan ke titik istirahat berikutnya di kawasan Posko Kebun Kopi pada malam hari. Rombongan tiba malam sekitar pukul 01.00 WITA. Namun, setibanya di lokasi, posko dalam kondisi tertutup. Berdasarkan informasi dari warga setempat, petugas posko diketahui sedang tidak berada di tempat .
Meski demikian, awak media bersama rombongan tetap memanfaatkan area posko tersebut sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan keberlanjutan pelayanan di posko-posko jalur mudik, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari.
Perjalanan ini tidak hanya menjadi bagian dari mobilitas masyarakat menjelang arus mudik, tetapi juga mencerminkan peran strategis posko istirahat dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di jalur Trans Sulawesi.









Komentar