Media Central, BANGGAI – Polemik kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tolisu kembali mencuat. Setelah sebelumnya publik dihebohkan dengan temuan bangkai cicak dalam menu telur, kini dugaan persoalan higienitas kembali terjadi.
Peristiwa terbaru terjadi pada 24 Februari 2026 saat pembagian MBG di Balai Desa Tolisu. Seorang penerima manfaat menemukan telur rebus yang diduga sudah dalam kondisi busuk. Saat hendak dikonsumsi, telur tersebut mengeluarkan bau tidak sedap dan dinilai tidak layak makan.
Temuan itu langsung menjadi perbincangan warga yang hadir. Sejumlah penerima manfaat mengaku khawatir, mengingat insiden sebelumnya terkait kualitas menu juga sempat menyita perhatian publik.
Menu tersebut diketahui berasal dari dapur MBG Singkoyo. Rentetan kejadian ini membuat masyarakat kembali mempertanyakan standar penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi makanan.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Lapangan (Aslap) dapur Singkoyo, Lulus Nur Suprat Wiyatmi, memberikan klarifikasi kepada awak media. Ia menyatakan pihak dapur telah melakukan proses penyortiran sebelum pengolahan.
“Ini yang kami herankan, dari pihak dapur ini di luar kemampuan kami mengetahui yang seperti ini, mas. Karena telur ini kami sudah sortir bagus, kami cuci juga, tidak ada yang mengambang rusak. Jadi kami juga bingung,” ujarnya.
Dalam sambungan telepon bersama Sekretaris Yayasan dan wartawan, Lulus juga mengakui bahwa pihaknya menemukan tiga butir telur dalam kondisi busuk dan telah menariknya kembali dari penerima manfaat sebelum sempat dikonsumsi.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Hesed Harapan Baru menyampaikan bahwa pihak yayasan akan melakukan evaluasi serius dalam waktu dekat terhadap operasional dapur. Evaluasi tersebut mencakup pengetatan penerapan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan internal, serta sistem distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia menegaskan bahwa kualitas dan higienitas makanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Meski belum ada laporan gangguan kesehatan serius, peristiwa berulang ini menjadi sorotan tajam. Warga berharap ada langkah konkret dan transparan agar kepercayaan terhadap program yang menyangkut kesehatan masyarakat tetap terjaga.









Komentar