Surabaya, 14 Februari 2026 – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri pembukaan Silaturahim Ulama dan Tokoh Bangsa serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula PP JKSN, Komplek Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan ucapan selamat datang kepada para ulama, tokoh bangsa, serta jajaran pemerintah pusat yang hadir. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur sebagai “Bumi Majapahit” memiliki sejarah panjang dalam menyebarkan nilai persatuan, toleransi, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, peran ulama dan santri sangat penting dalam menjaga kesejukan kehidupan berbangsa. Ia berharap JKSN dapat menjadi rumah besar yang menyejukkan serta menghadirkan referensi kehidupan yang membawa kebaikan bagi masyarakat.
Khofifah juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan. Ia menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki kapasitas besar dalam mendukung program pemerataan dokter spesialis yang menjadi bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui penguatan skema pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based).
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan penguatan koordinasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit agar program tersebut dapat berjalan optimal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, terus melakukan koordinasi dengan berbagai perguruan tinggi dan rumah sakit untuk mencari format terbaik.
Selain itu, Khofifah mengapresiasi terselenggaranya Rakernas JKSN dan Pergunu sebagai momentum penting untuk menyatukan pemikiran dan gerakan, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang berlandaskan akhlakul karimah, keseimbangan antara kearifan lokal dan wawasan global.
“Semoga pertemuan ini menjadi starting point yang baik untuk mengukuhkan JKSN sebagai rumah besar yang menyejukkan dan menjadi pilar penguat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, yang diikuti para tokoh dan undangan yang hadir.








Komentar