SURABAYA – Kegiatan “Expo dan Expose Hebatnya SMK Jawa Timur Tahun 2026” resmi ditutup pada Sabtu, 14 Februari 2026. Penutupan berlangsung di Ballroom Lantai 3 Grand City Convex Surabaya dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Expo dan Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026 merupakan panggung besar karya nyata dan inovasi siswa SMK yang menunjukkan kesiapan lulusan vokasi menjadi bagian penting penggerak ekonomi daerah maupun nasional.
Menurutnya, kegiatan ini menampilkan karya siswa dalam 10 bidang kompetensi strategis, meliputi energi dan pertambangan, kemaritiman, teknologi manufaktur, agribisnis, agroteknologi, pariwisata, teknologi informasi, kesehatan, hingga ekonomi kreatif. Melalui ajang ini, SMK di Jawa Timur ingin membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi dan berdaya saing.
Expo yang berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Februari 2026, diikuti oleh 269 sekolah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain pameran produk, kegiatan ini juga menghadirkan workshop, business matching, buyer meets seller, serta pertunjukan karya siswa sebagai bagian dari konsep teaching factory menuju market factory, yakni dari praktik belajar menjadi praktik bisnis.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hingga hari terakhir, jumlah pengunjung tercatat mencapai lebih dari 5.000 orang. Bidang teknik konstruksi bangunan menjadi salah satu stan yang paling diminati pengunjung.
Dari sisi transaksi, total nilai penjualan produk siswa hingga penutupan kegiatan mencapai sekitar Rp2,9 miliar. Produk yang tercatat paling laris antara lain minuman Ice Cappuccino dari SMKN 1 Turen serta roti produksi SMKN 2 Mojokerto.
Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan kerja sama dengan 12 mitra strategis yang terdiri dari dunia usaha dan dunia industri serta instansi pemerintah. Kerja sama tersebut mencakup penyerapan tenaga kerja, sinkronisasi kurikulum, penguatan teaching factory, hilirisasi produk, digitalisasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui Expo dan Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap SMK semakin dipercaya sebagai barometer pendidikan vokasi nasional dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja, berwirausaha, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi.
Kegiatan penutupan juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi pendukung layanan serta pencanangan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan.








Komentar