oleh

Sosialisasi Pelebaran Jalan Tagolu–Tentena, Warga Dukung dan Soroti Perbaikan Drainase

Poso – Pemerintah mulai menyosialisasikan proyek pelebaran dan preservasi ruas Jalan Tagolu–Tentena di Desa Watu Awu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Proyek yang dikerjakan melalui skema anggaran tahun jamak 2025–2027 itu mendapat dukungan masyarakat, meski warga menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase agar tidak memicu genangan saat musim hujan.

Kegiatan sosialisasi digelar di balai desa dan dihadiri pemerintah kecamatan, kepolisian setempat, perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), serta Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah. Ruas Jalan Tagolu–Tentena sendiri merupakan jalur strategis penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas warga dan arus logistik lintas provinsi.

Kepala Desa Watu Awu, Johny Wowor, dalam sambutannya mengajak masyarakat mendukung proyek tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur nasional di daerah. Ia juga membuka ruang dialog bagi warga terdampak agar dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada instansi teknis yang hadir.

“Pelebaran jalan ini merupakan kebutuhan untuk kelancaran transportasi warga dan pengguna jalan lainnya. Jika ada dampak atau keluhan, silakan disampaikan langsung kepada perwakilan balai maupun provinsi,” ujarnya.

Dukungan terhadap proyek ini juga disampaikan tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Poso, Alwi Nakamba. Namun, ia mengingatkan agar pengalaman pekerjaan sebelumnya menjadi evaluasi, terutama terkait kualitas drainase yang dinilai belum optimal.

Menurutnya, perencanaan teknis saluran air harus memperhatikan kemiringan dan elevasi agar aliran air tetap lancar saat curah hujan tinggi. “Kemiringan saluran harus benar-benar diperhitungkan. Jika tidak, genangan dan potensi banjir bisa kembali terjadi,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah, Jems, menjelaskan pelebaran akan dilakukan di sisi kiri dan kanan jalan dengan menyesuaikan kondisi medan di lapangan. Secara teknis, rencana pekerjaan mencakup penambahan bahu jalan sekitar 1,5 meter di masing-masing sisi, meski ukuran tersebut bersifat variatif tergantung situasi lokasi.

Sementara itu, perwakilan BPJN, Zaki, menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan akan mengikuti trase dan patok ruas sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan teknis.

Sosialisasi berlangsung tertib dan mendapat antusiasme warga. Hadir pula Camat Lage dan Kapolsek Lage yang turut memantau jalannya kegiatan. Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas kawasan Poso dan sekitarnya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.(Rif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *