oleh

Ramaikan Event AEE, FEB UNAIR Tawarkan Profil Lulusan Berdaya Saing Global di AEE 2026

Surabaya – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul dan berdaya saing global melalui partisipasi aktif dalam Airlangga Education Expo (AEE) 2026. Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan I (Akademik, Mahasiswa, dan Alumni): Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si. saat ditemui di sela kegiatan AEE.

Prof. Tika, menyampaikan tema yang diusung FEB pada AEE tahun ini adalah Young Entrepreneurship, Dream Bold, DO BIGGER with FEB UNAIR, yang selaras dengan visi Rektor UNAIR menuju World Entrepreneur University. Ia menegaskan bahwa FEB UNAIR memiliki kekhasan sebagai satu-satunya fakultas ekonomi di UNAIR yang secara eksplisit mengusung kata “bisnis”, sehingga pendekatan pendidikan yang diterapkan sangat menekankan aspek kewirausahaan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

“Melalui AEE ini, kami ingin menyampaikan kepada calon mahasiswa bahwa FEB memiliki kurikulum yang dirancang untuk mencetak lulusan yang andal, baik sebagai akuntan profesional, ahli ekonomi Islam, manajer, ekonom, hingga entrepreneur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, FEB UNAIR membekali mahasiswa dengan profil lulusan yang beragam, mulai dari calon banker, calon CEO, hingga ekonom dan wirausahawan. Selain itu, FEB juga menampilkan berbagai produk hasil kreativitas dan inovasi mahasiswa yang telah menembus pasar global, termasuk produk yang sudah diekspor dan meraih prestasi di berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

Dari sisi reputasi akademik, Tika menegaskan bahwa FEB UNAIR memiliki rekam jejak yang kuat. Untuk bidang akuntansi, FEB UNAIR saat ini menempati peringkat pertama di Indonesia. Sementara dalam pengembangan ekonomi Islam, FEB UNAIR tercatat sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) pertama di Indonesia yang membuka program studi ekonomi Islam.

“Dari sisi rekam jejak dan peringkat, FEB UNAIR memiliki reputasi yang sangat kuat dan bergengsi. Karena itu, sudah selayaknya FEB UNAIR menjadi pilihan utama calon mahasiswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tika mengungkapkan besarnya peluang karier bagi lulusan FEB UNAIR berkat jaringan alumni dan kemitraan industri yang luas. Mahasiswa berkesempatan mengikuti program magang di berbagai institusi bereputasi, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga keuangan dan industri ternama lainnya. Selain itu, terdapat pula peluang talent scouting yang membuka jalan menuju karier profesional sejak dini.

“Dengan jejaring mitra industri yang sangat luas, peluang karier lulusan FEB UNAIR terbuka lebar,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Tika mengajak para calon mahasiswa untuk mengunjungi booth FEB UNAIR yang berada tepat di depan panggung utama AEE. Di booth tersebut, peserta dapat memperoleh informasi lengkap seputar FEB, berbagai hadiah menarik, serta kesempatan meraih Golden Ticket UNAIR.

“Ayo ramaikan dan kunjungi booth FEB UNAIR di Airlangga Education Expo. Dapatkan informasi lengkap, hadiah menarik, dan peluang Golden Ticket,” pungkasnya.

Sedangkan, Ketua Pusat Kewirausahaan, Magang, dan Relasi Industri FEB UNIAR – Dr. Dien Mardhiyah, SE.,M.Si, pada kesempatannya menyampaikan bahwa Airlangga Education Expo (AEE) tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi akademik, tetapi juga menjadi ruang pamer karya dan inovasi mahasiswa. Hal tersebut disampaikan di sela pelaksanaan AEE.

Ia menjelaskan bahwa AEE merupakan pameran pendidikan yang menampilkan secara utuh isi dan keunggulan setiap fakultas. Di FEB UNAIR, informasi yang disampaikan kepada calon mahasiswa tidak terbatas pada aspek akademik semata, tetapi juga mencakup berbagai karya dan produk hasil kreativitas mahasiswa.

“Di AEE ini kami tidak hanya menyampaikan informasi akademik, tetapi juga memamerkan karya-karya mahasiswa. Ada berbagai produk yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, partisipasi FEB UNAIR dalam AEE sejalan dengan arahan Rektor Universitas Airlangga yang menargetkan UNAIR sebagai World Entrepreneur University. Karena itu, FEB turut mendukung visi tersebut dengan menampilkan keunggulan fakultas di bidang bisnis serta karya-karya entrepreneur muda.

“Kami menampilkan karya-karya entrepreneur muda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Itu merupakan karya mahasiswa, meskipun kami juga memiliki organisasi kemahasiswaan yang berjejaring dengan para alumni,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa adalah menjaga keberlanjutan semangat berwirausaha. Menurutnya, meskipun mahasiswa telah diarahkan untuk menjadi entrepreneur sejak masa kuliah, tidak sedikit yang setelah lulus justru memilih jalur kerja konvensional.

“Menanamkan mindset agar mereka tetap menjadi entrepreneur setelah lulus itu tidak mudah. Tantangannya adalah bagaimana semangat kewirausahaan ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tantangan generasi muda dalam menghadapi perubahan cara belajar. Menurutnya, kecenderungan mencari jalan pintas menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran.

“Kami menerapkan banyak disain pembelajaran di kelas yang partisipatif dan kolaboratif yang tidak hanya menuntut mahasiswa mengerjakan tugas, tetapi juga memfasilitasi kemampuan komunikasi, yaitu mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakan, serta Ini kemampuan analitik, bukan sekadar menulis tanpa pemahaman,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *