Ngawi Media Central, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman terus mematangkan pelaksanaan program bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini untuk meningkatkan kesejahteraan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, untuk mewujudkan rumah yang layak huni, sehat, aman, dan nyaman, guna mengurangi angka kemiskinan melalui perbaikan kondisi perumahan.
Adapun bantuan RTLH tahun ini, terealisasikan sebanyak 215 unit rumah dari yang tersebar dibeberapa desa tiap kecamatan. Dengan total anggaran 20 juta rupiah per rumah untuk renovasi. Terhitung 17,5 juta rupiah untuk material dan 2,5 juga untuk material, yang meliputi perbaikan struktur atap, lantai, hingga dinding guna memenuhi standar rumah sehat dan layak huni.

Ditemui Wahyudi Puruhita, Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perkim Kabupaten Ngawi, pada Senin (15/6/2026) dikantornya, mewakili pernyataan Maftuh Affandi, Kepala dinasnya yang kebetulan tidak berada di tempat, menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik saat ini di lapangan telah mencapai kisaran 30 persen. Dengan target nantinya di akhir bulan Juli atau di awal bulan Agustus 2026.
“Mengingat target yang sudah ada dari ketentuan, kita optimis seluruh unit rumah rampung tepat waktu, “ujarnya.
Sebagaimana diketahui Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perkim mengalokasikan usulan awal sekitar 700 RTLH tahun 2026. Sehubungan penyesuaian anggaran secara bertahap dilaksanakan. Dan dari jumlah penerima tersebut (yang dialokasikan) merupakan penerima program yang bersifat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) RTLH.
“Di dalam bantuan ini memang berharap adanya swadaya, bukan hanya dari penerima bantuan. Namun dari lingkungan masyarakat untuk ikut bergotong-royong terlaksananya rumah tak layak huni, “kata Wahyudi Puruhita.
Ia menambahkan dalam hal tersebut, tetap mengoptimalisasikan gotong-royong dengan menggerakkan swadaya masyarakat agar proses bongkar muat dan pembangunan rumah bisa berjalan lebih cepat. Yang selalu di monitoring secara intensif dari tim fasilitator lapangan yang diterjunkan untuk memantau dan memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat dalam pembangunan.
Dan diakhir pertemuan Wahyudi Puruhita memungkasi dengan harapan semoga sesuai target semua terbangun seratus persen, dengan pekerjaan berjalan lancar, dilaksanakan transparan dan akuntabel, yang tentunya bermanfaat terkhusus bagi penerima bantuan. ( RD)















Komentar