oleh

Anggota Komisi B DPRD Jatim Arbayanto: UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,33 Persen di 2025

Surabaya- Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara kumulatif sepanjang 2025 tercatat impresif sebesar 5,33 persen (c-to-c), melampaui capaian pertumbuhan nasional. Bahkan pada Triwulan IV-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh lebih tinggi lagi, yakni 5,85 persen (year-on-year).

Menanggapi capaian tersebut, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, M. Arbayanto, S.H, M.H. menegaskan bahwa sektor UMKM menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, UMKM di Jawa Timur bukan sekadar penopang sekunder, melainkan tulang punggung perekonomian. Ia menyebut hampir 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur ditopang oleh sektor UMKM. Selain berkontribusi terhadap PDRB, UMKM juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kalau sektor formal seperti PNS, TNI, Polri, maupun karyawan swasta sangat bergantung pada investasi. Berbeda dengan UMKM yang lebih mengarah pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di sini intervensi fiskal pemerintah menjadi penting dan relevan,” ujarnya.

Arbayanto mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai mampu menjaga pergerakan sektor informal sehingga benar-benar menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin berspekulasi soal target angka pertumbuhan ke depan. Namun dari sisi kebijakan, Komisi B mendorong peningkatan keterlibatan generasi muda dalam sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan.

Menurutnya, Jawa Timur saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan jumlah usia produktif yang lebih besar dibanding non-produktif. Kondisi ini harus dimanfaatkan melalui intervensi kebijakan dan dukungan fiskal, termasuk program pelatihan dan pemberdayaan anak muda di sektor-sektor strategis.

“Kalau pendekatannya melalui intervensi kebijakan pemerintah, maka prioritas utama adalah keterlibatan anak-anak muda, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Itu yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegasnya.

Terkait efisiensi anggaran, Arbayanto menilai langkah penghematan tetap perlu dilakukan, namun difokuskan pada pos-pos yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, seperti perjalanan dinas dan belanja alat tulis kantor (ATK). Sementara program yang menyangkut pemberdayaan ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan kerja, menurutnya, tidak boleh mengalami pengurangan signifikan.

Dengan penguatan UMKM dan optimalisasi bonus demografi, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Timur akan tetap terjaga dan semakin inklusif di tahun-tahun mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *