SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, mengapresiasi peningkatan jumlah penumpang layanan bus Trans Jatim yang terus menunjukkan tren positif.
Menurut Atika, tingginya minat masyarakat menjadikan Trans Jatim sebagai salah satu moda transportasi publik favorit, sekaligus bukti bahwa layanan yang nyaman, aman, dan selamat sangat dibutuhkan masyarakat.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penumpang Trans Jatim pada tahun 2025 mencapai 8.123.597 orang atau meningkat sekitar 72 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 4.720.915 penumpang.
Atika menilai capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik semakin meningkat, seiring dengan layanan yang dinilai semakin nyaman, aman, dan efisien. Ia juga mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Ke depan, ia berharap pengembangan koridor Trans Jatim terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi.
“Trans Jatim merupakan sarana transportasi yg cukup murah terjangkau bagi masyarakat Trans Jatim merupakan sarana transportasi yang cukup murah terjangkau bagi masyarakat” Ungkapnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut diikuti dengan penambahan koridor baru, khususnya di wilayah barat Jawa Timur yang dinilai masih membutuhkan transportasi umum yang memadai. Beberapa rute yang diharapkan dapat dikembangkan antara lain wilayah Madiun menuju Ponorogo, serta konektivitas dari Madiun ke Magetan dan Ngawi. Selain itu, ia juga menilai akses transportasi menuju Pacitan perlu terus ditingkatkan.
Atika menambahkan, Komisi D juga mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Ke depan, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sistem transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi, sekaligus mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dan penggunaan kendaraan pribadi di Jawa Timur.
“Transportasi publik yang murah, nyaman, dan aman adalah kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah harus mulai berpikir ke arah penguatan sistem transportasi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur,” ujarnya.















Komentar