PARIGI MOUTONG, Central.info – Bencana banjir menerjang dua desa di Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (20/6) malam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air meluap dan merusak sejumlah infrastruktur vital.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, banjir mulai merendam pemukiman warga pada pukul 23.00 WITA.
“Hujan deras yang terjadi sejak pukul 22.30 WITA memicu luapan air yang berdampak pada pemukiman warga di Desa Lobu Mandiri dan Desa Parigimpu,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu dalam laporan resminya, Minggu (21/6).
Peristiwa ini mengakibatkan kerugian material, terutama pada infrastruktur penghubung antar desa. Di Desa Lobu Mandiri, satu unit rumah warga terdampak, sementara dua jembatan di Dusun 3 dilaporkan rusak parah. Selain itu, saluran air di Dusun 1 jebol akibat terjangan arus. Di Desa Parigimpu, satu jembatan terputus pada bagian oprit.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam insiden tersebut.
BMKG menganalisis bahwa fenomena ini dipicu oleh belokan angin di sekitar wilayah Sulawesi Tengah yang memicu pertumbuhan awan konvektif. Selain itu, anomali suhu muka laut di Teluk Tomini yang mencapai 1.0 ^\circ\text{C} hingga 2.5 ^\circ\text{C} meningkatkan suplai uap air, yang mendukung terjadinya hujan lebat.
Pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pukul 21.30 WITA pada hari kejadian. Masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Parigi Moutong, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang hingga 22 Juni 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi Info BMKG, media sosial @cuacasulteng, maupun call center 196,” tegas pihak BMKG.














Komentar