SURABAYA — Direktur Pemasaran Bank UMKM Jawa Timur, Agung, Soeprihatmanto menegaskan komitmen Bank UMKM dalam mendukung penguatan ekonomi pesantren dan pelaku usaha kecil melalui ajang One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2025 di Surabaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong pelaku UMKM naik kelas.
“Acara OPOP ini adalah agenda tahunan yang melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai sektor. Peran Bank UMKM saat ini menjangkau seluruh level, mulai dari ultramikro, mikro hingga ritel,” ujar Agung di sela kegiatan OPOP Expo di Atrium Royal Plaza Surabaya.
Ia menjelaskan bahwa Bank UMKM Jatim tidak hanya menyediakan layanan pembiayaan, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap para nasabah agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Beberapa nasabah binaan yang awalnya memperoleh fasilitas prokesra kini telah naik kelas menjadi penerima kredit komersial, bahkan siap mengambil fasilitas kredit dengan plafon lebih tinggi melalui program bunga promosi.
> “UMKM binaan kami terus kami dorong agar naik kelas. Dari prokesra, kemudian menjadi kredit produktif, dan kini sudah masuk kredit umum. Kami ingin mereka semakin mandiri dan kompetitif,” terang Agung.
Bank UMKM Jatim juga aktif melakukan sosialisasi dan kolaborasi lintas instansi. Upaya pemberdayaan pelaku usaha dilakukan melalui tiga strategi utama: pertama, pembinaan langsung di kantor cabang; kedua, kerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat; dan ketiga, partisipasi dalam berbagai pameran serta misi dagang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain kegiatan OPOP, Bank UMKM juga rutin mengikuti event nasional yang digelar oleh Dinas Koperasi, Biro Perekonomian, dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah.
Agung juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan ketiga tahun ini yang mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ia menilai kinerja positif tersebut menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dalam memperkuat daya tahan ekonomi regional.
> “Seperti yang disampaikan Pak Sekda, pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini lebih baik dibanding rata-rata Pulau Jawa. Kami sebagai PUMD akan terus mendukung Pemprov Jatim agar target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen tahun ini,” tegasnya.
Melalui keikutsertaannya di OPOP Expo 2025, Bank UMKM Jatim berkomitmen memperluas jangkauan layanan keuangan inklusif bagi pesantren dan UMKM, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis syariah dan kemandirian masyarakat.














Komentar