Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Soft Launching New Sains Techno Park (STP) ITS 2027: Ekosistem dan Orkestrator Ekonomi Berbasis Pengetahuan di Gedung Creative Center A, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mendorong inovasi berbasis riset.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang dihasilkan sivitas akademika ITS.
Dalam sambutannya, Rachmat menekankan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi yang kreatif dan produktif. Menurutnya, berbagai karya yang dihasilkan mahasiswa ITS merupakan langkah awal penting dalam mendorong hilirisasi teknologi di Tanah Air.
“Generasi muda kita itu banyak yang inovatif, kreatif, dan produktif. Apa yang dikerjakan oleh mahasiswa ITS bersama para dosen dan pembimbingnya telah menghasilkan produk-produk baru yang sangat dibutuhkan oleh negara,” ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu inovasi yang menarik perhatiannya, yakni teknologi air emission removal yang mampu menyerap karbon dioksida dan metana. Menurutnya, jika teknologi tersebut dapat dikembangkan dalam skala besar, maka akan menjadi solusi penting dalam mendukung target net zero emission Indonesia.
“Ini langkah awal menuju net zero emission dengan teknologi yang lebih modern, lebih baik, dan yang paling penting adalah karya anak bangsa sendiri,” tambahnya.
Selain itu, Rachmat juga mengungkapkan kekagumannya terhadap beragam inovasi lain yang dipamerkan, mulai dari teknologi perkapalan, pertanian, kedokteran, hingga teknologi lingkungan. Ia menilai potensi inovasi yang ada sangat besar, meski membutuhkan waktu untuk menentukan prioritas hilirisasi yang akan dikembangkan lebih lanjut.
Terkait hilirisasi, ia menegaskan bahwa Bappenas terus mendorong agar hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan dampak ekonomi.
Salah satu inovasi yang turut mendapat perhatian adalah bensin sawit atau Benwit. Rachmat menyebut teknologi tersebut sebagai terobosan menarik dalam pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya lokal.
“Benwit ini sangat inovatif karena bisa langsung digunakan dengan kadar bensin sawit hingga 50 persen. Ini tentu masih perlu diuji lebih lanjut, tetapi menjadi langkah awal yang sangat baik dalam hilirisasi sawit sebagai bahan bakar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kelapa sawit telah terbukti tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi, baik untuk mesin diesel maupun mesin bensin. Dalam konteks global yang tengah menghadapi tantangan krisis energi akibat persoalan logistik dan konflik geopolitik, inovasi seperti ini dinilai sangat relevan.
Melalui Soft Launching STP ITS 2027 ini, ITS diharapkannya mampu menjadi pusat orkestrasi inovasi berbasis pengetahuan yang tidak hanya menghasilkan riset unggulan, tetapi juga mampu mendorong komersialisasi dan hilirisasi teknologi demi mendukung visi Indonesia Emas di masa mendatang.











Komentar