Media Central, PALU – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu resmi memulai Siaga SAR Khusus Lebaran 2026. Sebanyak 114 personel terlatih dikerahkan untuk menjamin keselamatan warga di titik-titik rawan kecelakaan selama periode arus mudik dan balik di wilayah Sulawesi Tengah.
Kesiapsiagaan ini ditandai dengan Apel Pembukaan Siaga SAR Khusus yang berlangsung di halaman Kantor Basarnas Palu pada Jumat (13/3/2026). Selain personel internal, agenda ini turut melibatkan anggota Saka SAR dan sektor swasta guna memperkuat koordinasi di lapangan.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh. Rizal, S.H., menegaskan bahwa operasi tahun ini menargetkan zero accident atau nihil kecelakaan. Ia menekankan bahwa kesiagaan tahun ini bukan sekadar rutinitas, melainkan peningkatan kualitas respons cepat.
“Kami menyiagakan 114 personel yang tersebar di Kantor Palu, Pos SAR, hingga Unit Siaga SAR. Prioritas kami adalah menempatkan tim di titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, terminal, dan sepanjang jalur Trans Sulawesi,” ujar Rizal usai memimpin apel.
Fokus Operasi dan Titik Rawan
Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Fokus utama petugas adalah melakukan pemantauan intensif pada jalur-jalur krusial yang kerap memakan korban jiwa akibat kepadatan kendaraan maupun faktor alam.
Berikut adalah rincian kesiapan Basarnas Palu:
Total Personel: 114 orang (siaga 24 jam).
Cakupan Wilayah: Bandara, Pelabuhan, Terminal, dan Jalur Trans Sulawesi.
Alat Utama (Alut): Menyiagakan sarana darat dan air untuk evakuasi cepat.
Imbauan bagi Pemudik
Menutup keterangannya, Rizal meminta masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh untuk tidak memaksakan diri. Faktor fisik pengemudi dan kelayakan kendaraan menjadi kunci utama menghindari tragedi di jalan raya.
“Kami mengimbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan, bukan kecepatan. Patuhi aturan lalu lintas agar perayaan Idul Fitri tahun ini berjalan aman dan lancar,” tutupnya.














Komentar