Surabaya – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur menggelar talk show melalui podcast bertajuk “Sehat Finansial, Kompetensi Optimal, Bersama Bank Jatim Wujudkan ASN Sehat Finansial dan Kompetensi Unggul”. Kegiatan yangbdigelar Senin 29 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) melalui penguatan literasi keuangan sekaligus peningkatan kompetensi.
Pada kesempatannya, Kepala BKD Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengatakan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan 38 kabupaten/kota menghadapi tantangan pembangunan yang sangat kompleks. Kondisi geografis yang luas serta keberagaman budaya, mulai dari Arek, Madura, Pandalungan hingga Mataraman, menuntut hadirnya ASN yang profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi unggul.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki sekitar 80 ribu ASN, terdiri dari PNS dan PPPK. Seluruh aparatur tersebut menjadi motor penggerak pembangunan daerah sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama BKD.
“BKD memiliki tugas menyiapkan formasi, membina karier, sekaligus meningkatkan kompetensi ASN agar mampu menjawab tantangan pembangunan Jawa Timur yang semakin dinamis,” ujar Indah.
Dalam kesempatan itu, Indah juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim yang selama ini menjadi mitra strategis BKD dalam mendukung berbagai program pengembangan ASN. Dukungan tersebut tidak hanya berupa layanan kredit multiguna untuk kebutuhan perumahan dan kendaraan, tetapi juga mendukung berbagai inovasi BKD, termasuk pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Rumah ASN.
Indah menjelaskan, mulai tahun ini Pemprov Jatim menerapkan manajemen talenta (talent management) yang berbasis data. Melalui sistem tersebut, pemetaan kompetensi ASN dilakukan secara objektif untuk mendukung promosi jabatan, mobilitas karier, hingga penyusunan program peningkatan kompetensi yang lebih tepat sasaran.
“Semua harus berbasis data. Dengan data yang akurat, penempatan pegawai maupun pengembangan karier bisa dilakukan secara objektif sesuai kompetensi yang dimiliki ASN,” katanya.
Selain pemetaan talenta, BKD juga terus menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, leadership, hingga succession planning. Podcast yang digelar bersama Bank Jatim tersebut bahkan diakui sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ASN dan memberikan pengakuan dua jam pelajaran (JP) bagi peserta.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, BKD menerapkan strategi creative financing, yakni memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan kompetensi ASN. BKD telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Baznas, hingga Bank Jatim untuk membuka akses pembiayaan pendidikan lanjutan bagi ASN.
Indah mengungkapkan, kualitas ASN Jawa Timur saat ini cukup membanggakan. Nilai Indeks Kualitas Data ASN (IKD ASN) Jawa Timur mencapai 99,96, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam penerapan manajemen talenta berbasis data yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, kerja sama dengan Bank Jatim juga mencakup program pelatihan digital, sertifikasi kompetensi, pengembangan kepemimpinan, hingga rencana pemberian fasilitas pembiayaan pendidikan melalui skema kredit lunak bagi ASN yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3.
Menurut Indah, peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kondisi finansial ASN yang sehat. Karena itu, edukasi literasi keuangan menjadi aspek penting agar ASN mampu mengelola penghasilan secara bijak, merencanakan investasi, hingga mempersiapkan masa pensiun.
Ia juga mengingatkan para ASN agar tidak terjerumus dalam praktik pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai bentuk penipuan digital yang belakangan marak terjadi. Menurutnya, kondisi finansial yang terganggu akan berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
“ASN yang sehat secara finansial akan bekerja lebih tenang, lebih fokus, lebih inovatif, sehingga mampu menghasilkan kinerja yang optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, BKD bersama Bank Jatim akan terus memperkuat integrasi layanan digital, pengembangan kompetensi, pembiayaan pendidikan, serta penyusunan dashboard pengembangan SDM berbasis data. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan SDM unggul yang mampu mempercepat pembangunan daerah menuju Jawa Timur yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.









Komentar