Surabaya – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Kepegawaian Tahun 2026 di Surabaya, Rabu (11/2). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara (ASN).

Kepala BKD Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan langkah penting untuk merencanakan program kerja kepegawaian selama satu tahun ke depan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan tata kelola manajemen ASN di Jawa Timur.

Menurutnya, tema yang diangkat, yakni “ASN Jatim Unggul: Implementasi Manajemen Talenta dan Transformasi Digital”, dinilai relevan dengan tantangan birokrasi saat ini. Kualitas birokrasi, kata dia, tidak hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi juga dari kemampuan ASN memberikan kinerja terbaik, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadirkan pelayanan publik yang profesional serta akuntabel.
Indah Wahyuni juga mendorong seluruh perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk menyusun pemetaan manajemen talenta secara objektif berbasis kinerja, kompetensi, dan potensi. Penerapan manajemen talenta yang baik diyakini mampu memotivasi ASN untuk terus berkembang serta melahirkan talenta unggul yang menjadi motor penggerak reformasi birokrasi.
Selain itu, transformasi digital menjadi fokus penting dalam penguatan manajemen ASN. ASN diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan digitalisasi dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam pengambilan keputusan berbasis data dan kerja kolaboratif lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut, BKD Provinsi Jawa Timur juga meluncurkan aplikasi SAPA ASN, yang dirancang sebagai sarana advokasi dan pendampingan hukum bagi ASN. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi yang mudah diakses dan responsif dalam memberikan perlindungan hukum bagi ASN saat menjalankan tugas.
Lebih lanjut, Indah Wahyuni menekankan pentingnya pengawasan terhadap disiplin dan kinerja ASN melalui penerapan sistem penghargaan dan sanksi secara konsisten. Hal ini dinilai dapat menciptakan iklim kerja yang sehat, adil, dan kompetitif sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Disampaikannya bahwa Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BKD Provinsi Jawa Timur dengan BKD dan instansi kepegawaian kabupaten/kota, serta sebagai forum berbagi pengalaman dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan di daerah. Pada kegiatan tersebut, sejumlah perangkat daerah juga menerima penghargaan atas pengelolaan data kepegawaian, capaian kinerja, dan disiplin ASN.
Melalui kegiatan ini, Indah Wahyuni berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat implementasi sistem merit, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan, sehingga mampu melahirkan ASN Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing.
Di acara tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur juga memberikan BKD Award 2026 kepada sejumlah perangkat daerah dan instansi yang berprestasi dalam pengelolaan manajemen aparatur sipil negara (ASN).

Pada kategori Kualitas Data Terbaik, penghargaan diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, RS Menur Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kehutanan. Penilaian didasarkan pada progres laporan SIMASTER, aktivasi MFA SIASN, serta pengelolaan dokumen manajemen.
Kategori Perencanaan Kebutuhan Jabatan Fungsional diraih oleh Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Pada kategori Human Capital Academy (Implementasi Buddy System), penghargaan diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kehutanan, dan RSUD dr. Soedono Madiun.
Sementara kategori Pengelolaan Kinerja dan Disiplin Terbaik diraih oleh Dinas Kehutanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Untuk kategori IP ASN Tertinggi Perangkat Daerah, penghargaan diberikan kepada Biro Administrasi Pimpinan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Kategori Pemenuhan Data Manajemen Talenta Terbaik diraih oleh Biro Organisasi, Bakorwil Bojonegoro, dan Dinas Sosial, sedangkan kategori Kerja Sama Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi dan Potensi diraih oleh Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Blitar















Komentar