SURABAYA – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (AKU) 2026 di Surabaya 3-5 Februari 2026.
Acara yang bertema “Meraih Peluang Emas Pengembangan Bisnis UPPKA Unggul dan Berkarakter di Lini Lapangan” ini digelar di Kota Surabaya ini menjadi acara penting bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk memperkuat peran dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM, dalam sambutannya menekankan bahwa kelompok UPPKA harus mampu menangkap peluang ekonomi dari tiga isu besar yang menjadi perhatian Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045.
Maria Ernawati menambahkan pentingnya sinergi UPPKA dalam mendukung penurunan angka stunting. Meskipun angka stunting di Jawa Timur (14,7%) sudah berada di bawah rata-rata nasional (19,8%), ia meminta seluruh kader tidak lengah.
”Ada peluang besar bagi AKU untuk berperan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita. Kelompok UPPKA harus hadir di sana,” tegasnya. Selain itu, ia juga menantang pengurus AKU untuk menciptakan konsep pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis (circular economy) sebagai solusi atas permasalahan lingkungan nasional.
Di Jawa Timur sendiri, tercatat sekitar 3.600 kelompok UPPKA aktif dari total 5.000 lebih kelompok yang tersebar. Maria berharap, melalui konsolidasi ini, kualitas produk dan strategi pemasaran (marketing) UPPKA semakin meningkat sehingga mampu memberdayakan ekonomi keluarga secara nyata.
”Kami ingin UPPKA tidak hanya sekadar kelompok usaha, tapi menjadi wadah sosialisasi penggerak ekonomi keluarga berbasis komunitas yang mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.
Gelar Dagang dan Wisata Surabaya
Acara ini juga dimeriahkan dengan Gelar Dagang UPPKA yang diikuti oleh berbagai daerah, tidak hanya dari Jawa Timur (seperti Surabaya, Blitar, Mojokerto, Probolinggo, dan Tulungagung), tetapi juga partisipan dari Kalimantan Timur hingga Bali. Kesuksesan acara ini juga didukung oleh mitra strategis seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Ia mengatakan bahwa kegiatan Konsolidasi Nasional AKU 2026 ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi tata kelola UPPKA di seluruh Indonesia demi mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera.
Sedangkan Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju Mandiri Provinsi Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Iis yang juga Ketua DWP Inspektorat Prov Jatim tersebut menambahkan bahwa organisasi perempuan tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan. Diperlukan sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah, perbankan, hingga pelaku usaha agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, kita tidak bisa melaksanakan kegiatan sendirian. Harus bersama-sama, karena menaikkan elevasi organisasi akan lebih mudah jika dilakukan melalui kolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Perempuan Indonesia Maju Mandiri yang anggotanya mayoritas perempuan dan para akseptor keluarga berencana juga turut mendorong pentingnya perencanaan keluarga. Melalui dukungan keluarga, terutama para orang tua, diharapkan generasi muda dapat memiliki jumlah anak yang terencana sehingga masa depan keluarga lebih baik.
“Harapannya keluarga memiliki dua anak saja, tetapi kedua anak tersebut bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan kesejahteraan yang cukup,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga disertai upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Iis menyebut organisasi perempuan memiliki potensi besar untuk membantu perputaran ekonomi UMKM, salah satunya melalui produksi seragam organisasi seperti batik yang dapat dikerjakan oleh para perajin lokal.
“Kalau organisasi perempuan membuat seragam batik, maka kita sudah membantu menyelamatkan UMKM. Ini contoh sederhana bagaimana kekuatan organisasi bisa mendorong ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai turut membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari pengusaha roti, peternak susu, hingga pengrajin tahu dan tempe.
Iis mencontohkan sejumlah pelaku usaha kecil yang sebelumnya terdampak pemutusan hubungan kerja kini kembali mendapatkan penghasilan karena menerima pesanan rutin untuk program MBG.
“Setiap Sabtu mereka bisa mendapatkan pesanan hingga seribu roti. Petani susu juga terbantu karena susu mereka bisa diolah dan dipasarkan. Bahkan produk seperti kerupuk ikan, tahu, dan tempe juga ikut terserap,” ungkapnya.
Ia menilai program tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kebijakan pemerintah dapat memberikan efek berantai bagi perekonomian masyarakat jika dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai pihak.
Karena itu, Iis berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk media, dapat ikut menyebarkan informasi positif agar masyarakat semakin optimistis memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.
“Kita ingin semua pihak bersama-sama membangun semangat masyarakat. Setiap kebijakan pemerintah pasti memiliki sisi positif yang bisa digali untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.














Komentar