Surabaya – Dr. Ir. Gentur Prihantono resmi mengusung visi besar bertajuk “Insinyur Jatim Unggul, Indonesia Tangguh” dalam pencalonannya sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur periode 2026–2029.
Melalui visi tersebut, Gentur menegaskan komitmennya untuk menjadikan para insinyur Jawa Timur sebagai lokomotif kemajuan bangsa melalui kompetensi, karakter, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Dalam materi kampanyenya, Gentur menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan sumber daya insinyur nasional. Karena itu, PII Jatim di bawah kepemimpinannya diarahkan menjadi organisasi profesi yang tidak hanya fokus pada penguatan kompetensi, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas.
Mengusung nilai dasar “Jujur, Tangguh, Relevan, Berdampak, Berkarya, dan Bersatu”, Gentur ingin membangun budaya organisasi yang profesional sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, insinyur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, solidaritas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Gentur menekankan pentingnya memperkuat pusat keunggulan insinyur Jawa Timur. Salah satu program prioritas yang diusung adalah pembentukan Center of Engineering Excellence di setiap kabupaten dan kota industri. Selain itu, ia juga mendorong pemetaan kompetensi insinyur Jawa Timur secara digital agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan industri masa depan.
Tidak hanya itu, Gentur juga membawa gagasan besar untuk menyiapkan insinyur Jawa Timur sebagai penopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek strategis nasional. Program Fast Track sertifikasi insinyur menjadi salah satu solusi yang ditawarkan agar sumber daya manusia teknik asal Jawa Timur mampu bersaing dan mengambil peran dalam proyek-proyek besar nasional. Ia juga menyiapkan program magang terstruktur di berbagai perusahaan BUMN karya seperti PT PP, WIKA, dan sejumlah proyek strategis lainnya.
Di sektor pembangunan desa, Gentur memperkenalkan konsep “Engineering Village” atau Desa Rekayasa. Program tersebut bertujuan mendorong setiap insinyur Jawa Timur untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa, khususnya di bidang infrastruktur air bersih, irigasi, hingga pengolahan limbah. Kolaborasi bersama pemerintah daerah juga menjadi bagian penting untuk menghadirkan solusi teknik berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, dalam upaya menciptakan regenerasi organisasi yang kuat, Gentur menyiapkan sistem kaderisasi berkelanjutan melalui program “One Student, One Engineer”. Program ini diarahkan untuk mendampingi mahasiswa teknik sejak semester awal hingga memperoleh lisensi profesi insinyur. Selain itu, ia juga menyiapkan program re-entry bagi insinyur senior agar pengalaman dan pengetahuan mereka dapat ditransfer kepada generasi muda.
Untuk mendukung penguatan ekonomi profesi, Gentur menggagas pembentukan pasar karya insinyur Jawa Timur melalui Engineering Marketplace. Platform ini nantinya diharapkan mampu menjadi ruang promosi inovasi teknik, sekaligus mempertemukan insinyur dengan berbagai peluang proyek nasional maupun internasional.
Di bidang lingkungan, Gentur menaruh perhatian serius terhadap pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa setiap proyek yang melibatkan insinyur harus mengedepankan etika lingkungan dan keberlanjutan. Karena itu, ia mendorong adanya kewajiban Environmental Impact Assessment oleh insinyur sebelum proyek direkomendasikan, serta menghadirkan penghargaan tahunan Green Engineer Award bagi insinyur yang dinilai paling ramah lingkungan.
Tidak kalah penting, Gentur juga menargetkan transformasi PII Jatim menjadi platform kolaborasi terbuka melalui aplikasi “PII Jatim Connect”.
Platform digital ini nantinya akan menjadi pusat informasi proyek, lowongan kerja, konsultasi antarinsinyur, hingga database proyek infrastruktur di Jawa Timur yang membutuhkan keterlibatan tenaga ahli lokal.
Melalui seluruh gagasan tersebut, Gentur Prihantono menegaskan bahwa peran insinyur tidak hanya berada di balik pembangunan fisik, tetapi juga menjadi motor penggerak hilirisasi industri dan kemajuan bangsa. Ia berharap PII Jawa Timur mampu tampil sebagai organisasi profesi yang modern, progresif, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.
“Insinyur Jawa Timur hilirisasi industri membangun negeri,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam pencalonannya menuju Ketua PII Jawa Timur periode 2026–2029.












Komentar