PALU, Central.info – Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Roy Satya Putra, memperingatkan seluruh personel Polri dan masyarakat luas untuk mewaspadai modus penipuan digital yang mencatut nama pejabat kepolisian. Peringatan keras ini menyusul adanya tren pemanfaatan momentum pergantian pucuk pimpinan Polda Sulteng oleh oknum penipu.
Hal tersebut ditegaskan Kombes Pol. Roy Satya Putra saat memimpin apel pagi jam pimpinan di Lapangan Apel Polda Sulteng, Senin (18/5/2026).
Menurut Roy, momentum transisi jabatan dari Kapolda lama ke Kapolda baru sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meraup keuntungan sepihak. Modus yang digunakan biasanya berupa permintaan uang, bantuan fasilitas, hingga pengurusan jabatan melalui panggilan telepon, pesan singkat, maupun media sosial.
“Pergantian pimpinan terkadang dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan Kapolda lama ataupun Kapolda yang baru. Saya mengingatkan seluruh anggota, keluarga besar Polri, maupun masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap permintaan apa pun tanpa melakukan verifikasi,” ujar Roy tegas.
Propam Polda Sulteng mengidentifikasi bahwa para pelaku penipuan digital ini kerap menggunakan teknik manipulasi psikologis. Mereka memanfaatkan kedekatan emosional dan wibawa jabatan berisiko tinggi agar korban merasa tertekan lalu menuruti perintah secara terburu-buru.
Oleh karena itu, Roy meminta masyarakat dan personel kepolisian segera melakukan konfirmasi resmi jika menerima instruksi mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan atau proyek tertentu.***















Komentar