Surabaya- Terkait kasus aksi bunuh diri maupun percobaan bunuh diri menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk legislatif di Jawa Timur yang turut memberikan masukan dan saran sebagai antisipasi dan pencegahan di kalangan pelajar.
Anggota DPRD Jawa Timur, Rasiyo, menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam mencegah tindakan tersebut sejak dini.
Menurut Rasiyo, pengawasan orang tua menjadi kunci utama. Ia menekankan bahwa orang tua harus benar-benar memahami kondisi dan perilaku anak sehari-hari. Perubahan sikap, kondisi kesehatan, hingga tanda-tanda emosional tertentu tidak boleh diabaikan. “Orang tua adalah pihak yang paling mengetahui perkembangan anaknya. Karena itu, jangan sampai pengawasan lepas. Gejala-gejala itu biasanya sudah terlihat,” ujarnya.
Selain keluarga, peran guru di sekolah juga dinilai sangat penting. Dalam proses belajar mengajar, guru memiliki kesempatan untuk mengamati gerak-gerik dan kondisi psikologis siswa. Jika terdapat perilaku menyimpang atau perubahan signifikan, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan pendekatan yang tepat. Rasiyo menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya milik sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia juga menambahkan pentingnya keterlibatan lingkungan sekitar dalam memberikan perhatian terhadap kondisi pelajar. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap acuh terhadap tanda-tanda yang mengarah pada gangguan mental atau perilaku berisiko. Jika ditemukan gejala yang mengkhawatirkan, langkah awal seperti pemeriksaan kesehatan, termasuk melalui fasilitas BPJS, dapat menjadi solusi awal sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.
Lebih jauh, Rasiyo menilai bahwa meskipun kurikulum pendidikan akhlak sudah diterapkan, diperlukan penguatan materi yang lebih spesifik terkait kesehatan mental dan pencegahan perilaku menyimpang, termasuk kecenderungan bunuh diri. Edukasi mengenai kesehatan mental dinilai penting agar siswa memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mengelola emosi serta tekanan yang dihadapi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara orang tua, guru, dan masyarakat, diharapkannya sebagai upaya pencegahan bunuh diri di kalangan pelajar dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang generasi muda.













Komentar