SIGI, Central.info — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu resmi membentuk tiga Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia langsung dari garis depan, yakni tingkat desa.
Tiga wilayah yang resmi ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi pada tahun anggaran 2026 ini adalah Desa Langaleso, Desa Jono Oge, dan Desa Kotapulu. Ketiganya diproyeksikan menjadi pusat edukasi keimigrasian sekaligus mitra aktif pemerintah dalam mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum.
Program nasional tersebut disosialisasikan dalam agenda kedinasan yang digelar di Nagaya Fishing & Resto, Kabupaten Sigi. Agenda ini dihadiri oleh unsur pemerintah Kecamatan Dolo dan Kecamatan Sigi Biromaru, perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu menjelaskan bahwa program Desa Binaan Imigrasi dirancang untuk mendekatkan akses informasi keimigrasian kepada masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap praktik perdagangan orang.
“Melalui program Desa Binaan Imigrasi, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar mengenai keimigrasian, memahami prosedur bekerja ke luar negeri yang sesuai ketentuan, serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana penyelundupan manusia,” ujarnya.
Edukasi mengenai prosedur migrasi yang aman dan legal menjadi langkah krusial. Upaya ini diposisikan sebagai tameng untuk melindungi warga dari modus perekrutan tenaga kerja ilegal yang masih marak terjadi di sejumlah daerah.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada praktik TPPO di lingkungan mereka.
Setelah sesi pengarahan dari Kepala Kantor, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Oktavianus Malisan. Ia memaparkan tata cara migrasi yang aman serta mempertegas peran taktis masyarakat dalam mendukung pencegahan penyelundupan manusia.
Melalui perluasan jangkauan edukasi hingga ke wilayah pedesaan yang kerap menjadi titik awal mobilitas warga ke luar negeri, Imigrasi Palu optimistis dapat menciptakan ekosistem masyarakat yang sadar hukum sekaligus mempersempit ruang gerak sindikat TPPO.














Komentar