Banggai – Alokasi dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasi Donggi–Matindok menjadi perhatian sejumlah pihak. Perwakilan Relations Pertamina Donggi–Matindok Field (DMF), Alvano, menyampaikan bahwa dana PPM yang dialokasikan mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan klarifikasi singkat setelah aksi penyampaian aspirasi oleh Forum Pemuda Toili Bersatu (FPTB) dan HMI Cabang Luwuk di Desa Sidomakmur, Kecamatan Moilong, pada 5 Februari 2026. Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa program PPM merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Mengacu pada regulasi, program PPM merupakan kewajiban bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor hulu minyak dan gas bumi. Program ini berada dalam pengawasan SKK Migas sejak awal operasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.
PPM dirancang sebagai program yang terencana, terukur, dan selaras dengan pembangunan daerah.
Berbeda dengan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bersifat sukarela, PPM merupakan bagian dari komitmen operasional yang memiliki mekanisme pelaporan berkala.
Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan, tetapi juga mendukung stabilitas sosial di wilayah operasi.
Sejumlah perwakilan masyarakat melalui FPTB menyampaikan harapan agar pelaksanaan program PPM dapat lebih terbuka dan informatif.
Mereka meminta adanya penjelasan terkait daftar program yang telah dilaksanakan sejak awal operasi pada 2016 hingga saat ini, termasuk gambaran realisasi kegiatan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kami berharap informasi mengenai program dan pelaksanaannya dapat disampaikan secara terbuka, sehingga masyarakat mengetahui perkembangan yang ada,” ujar salah satu perwakilan FPTB.
Hingga berita ini disusun, pihak Pertamina DMF belum memberikan keterangan lanjutan terkait rincian program maupun dokumen yang diminta. Masyarakat berharap adanya komunikasi yang berkelanjutan antara perusahaan dan warga guna memastikan program berjalan sesuai harapan bersama.
Laporan wartawan mediacentral Arif (Biro Luwuk)









Komentar