oleh

Dapur Singkoyo Tetap Beroperasi Meski Temuan Bangkai Cicak

BANGGAI, Mediacentral.info – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Toili, Kabupaten Banggai, tengah menjadi sorotan tajam. Dapur Singkoyo dilaporkan tetap beroperasi normal tanpa evaluasi menyeluruh, meskipun ditemukan bangkai cicak dalam paket makanan yang disajikan kepada penerima manfaat pada Rabu (18/3/2026).

Insiden ini bermula saat seorang warga menemukan bangkai cicak di dalam salah satu menu MBG yang berasal dari Dapur Singkoyo.

Temuan ini segera memicu keresahan publik terkait standar keamanan pangan program nasional tersebut, mengingat sasarannya adalah kelompok masyarakat rentan dan anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola belum melakukan langkah konkret untuk melakukan audit internal maupun pemeriksaan ulang standar higiene pasca-kejadian.

Berdasarkan penelusuran, operasional Dapur Singkoyo disinyalir hanya bersandar pada izin Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).

Padahal, sesuai regulasi Badan Gizi Nasional (BGN), setiap dapur penyedia wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak kelayakan operasional.

Absennya SLHS membuat dapur ini rentan terhadap sanksi administratif hingga penutupan paksa. Kasus serupa telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia:

Mataram: Lima dapur dilarang beroperasi karena masalah standar sanitasi, Kota Batu & Pangkep: Inspeksi paksa dilakukan akibat nihilnya dokumen SLHS.

Wilayah III: Sebanyak 717 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara oleh BGN.

Masyarakat Toili mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Banggai untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Kami menuntut transparansi. Jangan sampai program nasional yang tujuannya mulia untuk kesehatan anak-anak justru membahayakan karena kelalaian prosedur sanitasi,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.*(Arif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *