Surabaya –Dekranasda Jawa Timur bersama Debindo menggelar 21st Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, sebagai upaya mendorong promosi dan pengembangan industri kreatif, khususnya sektor batik, bordir, dan aksesoris lokal.
Dalam sambutannya pada pembukaan pameran, Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Dwi Mardiana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Ia menyapa para tamu undangan dan berharap seluruh hadirin berada dalam keadaan sehat serta dapat mengikuti rangkaian acara dengan baik.

Dwi Mardiana yang juga Sekdis Perindag Prov Jatim tersebut menjelaskan bahwa Batik Bordir & Aksesoris Fair merupakan pameran batik dan produk fashion terbesar serta terlengkap di kawasan Indonesia bagian timur. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan yang ke-21. Pameran berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Mei 2026, dan menjadi bagian dari kalender tahunan promosi industri fashion batik dan bordir nasional di Jawa Timur.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penyelenggaraan pameran ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dekranasda Jatim, serta mitra kerja sama PT Daya Promo Mitra Tama sebagai penyelenggara.
“Pameran ini diikuti oleh 160 peserta dengan total 135 booth yang kami hadirkan sebagai sarana promosi bagi para pengusaha, pengrajin, serta pelaku ekonomi kreatif di bidang batik, bordir, tenun, aksesoris, dan produk fashion lainnya,” ungkapnya. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan karya-karya unggulan sebagai bagian dari tren fashion tahun 2026.
Mengusung tema “Living with Wastra Bayan Fabric”, pameran tahun ini ingin menegaskan bahwa wastra sebagai kekayaan budaya Indonesia tidak hanya indah dalam bentuk busana, tetapi juga menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Tema tersebut juga ditampilkan secara visual melalui berbagai dekorasi dan mock-up yang disajikan secara menarik selama pameran berlangsung.
Untuk semakin menyemarakkan acara, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti talkshow tentang pengembangan brand fashion dan peluang peningkatan skala usaha bersama Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, serta sejumlah narasumber lainnya. Selain itu, terdapat pula fashion show, lomba mewarnai dan menggambar batik, kompetisi ilustrasi fashion, workshop bordir, talkshow batik menghadapi pasar global, hingga kegiatan gaya hidup sehat seperti zumba party.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Mardiana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai asosiasi, komunitas, dan institusi yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara, di antaranya APBJ, Persadir, Persana, serta berbagai komunitas kreatif lainnya. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada tamu kehormatan dari berbagai organisasi seperti Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, hingga Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI.
Ia turut memberikan penghargaan kepada para pelaku UMKM binaan pemerintah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk UMKM disabilitas yang dibina oleh Kementerian Sosial RI, serta mitra binaan BUMN dan BUMD yang berpartisipasi dalam pameran ini. Menurutnya, keikutsertaan berbagai pihak tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Semoga kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan event di masa mendatang,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Dwi Mardiana memohon perkenan Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur untuk secara resmi membuka pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026, seraya menutup sambutan dengan ucapan terima kasih dan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta pelaku industri kreatif.















Komentar