oleh

Desa Langaleso Sigi Genjot Anggaran Atasi Stunting

SIGI, Central.info – Pemerintah Desa (Pemdes) Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, menggelar Rembuk Stunting tahun 2026 di halaman kantor desa setempat, Kamis (25/6/2026). Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan kasus stunting di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Langaleso, Nurlin Haruna, S.AP., didampingi oleh Pendamping Kecamatan, Iriani Deri, dan Pendamping Desa, Herawati. Turut hadir memantau jalannya kegiatan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Irfan, bersama aparat Polmas dan Babinkamtibmas.

Kepala Puskesmas Dolo, Irmawati, S.KM., M.KM., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemberian asupan gizi tambahan bagi ibu menyusui. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah bayi baru lahir terpapar stunting.

Kepala Desa Langaleso, Nurlin Haruna, mengungkapkan keprihatinannya atas peningkatan jumlah kasus stunting yang drastis. Berdasarkan data terbaru, angka stunting melonjak dari 14 orang menjadi 30 orang.

“Angka ini sangat mengkhawatirkan. Persentase kenaikan mencapai 40 persen. Hal ini dipicu oleh tingginya angka pernikahan usia muda di desa kami yang berdampak pada kesehatan bayi,” ujar Nurlin.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Pemdes Langaleso memutuskan untuk melakukan realokasi anggaran melalui musyawarah desa. Anggaran Dana Desa (ADD) akan diprioritaskan untuk pemenuhan gizi balita serta pendampingan orang tua. Nurlin mengakui, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, mengingat total pagu dana desa yang terbatas harus dibagi dengan kebutuhan infrastruktur, operasional RT, dan program padat karya.

Selain isu stunting, Nurlin juga menegaskan komitmen pemerintah desa dalam memberantas peredaran narkoba yang dinilai sudah meresahkan warga.

“Kami bekerja sama erat dengan Babinkamtibmas dan Polmas. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pelaku pengedar telah diamankan, baik di Polres Palu maupun Polres Sigi. Ini adalah prioritas kami untuk menjaga generasi muda Langaleso agar tidak terjerumus,” tegasnya.

Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih solid antara bidan desa, kader posyandu, dan seluruh elemen masyarakat untuk menekan angka stunting di Desa Langaleso secara berkelanjutan. (Ali)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mediacentral.info