Surabaya – Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endi Alim Abdi Nusa, Kepala Bidang Pemasaran Haryo Bimo Bramantyo menyampaikan apresiasi kepada Krista Exhibitions yang selama 16 tahun secara konsisten menyelenggarakan Pers Rilis pameran EastFood Indonesia di Surabaya pafa 15 Jumi 2026. Menurutnya, konsistensi tersebut merupakan bukti nyata dukungan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur.
Haryo menegaskan bahwa penyelenggaraan EastFood Indonesia sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro untuk naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah yang lebih produktif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi UMKM yang sangat besar.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jumlah UMKM mencapai lebih dari 4,5 juta unit usaha, dengan sekitar 99 persen masih didominasi oleh usaha mikro. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan sekaligus peluang yang harus dioptimalkan melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan usaha.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama bagaimana menghadirkan program dan kegiatan yang mampu membantu usaha mikro berkembang serta naik kelas. Event seperti EastFood Indonesia menjadi salah satu instrumen yang sangat efektif untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Haryo.
Ia menjelaskan bahwa pameran berskala nasional seperti EastFood Indonesia memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menjadi ajang promosi produk. Kegiatan ini mampu membuka akses informasi, mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi dan tren industri terkini.
Menurut Haryo, di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk belajar dan beradaptasi. Karena itu, kehadiran pameran industri menjadi momentum penting untuk membangun optimisme dan meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
“Event seperti ini memberikan insight dan inspirasi baru bagi para pelaku usaha. Mereka dapat melihat tren terbaru, teknologi baru, serta peluang kerja sama yang dapat mendorong pertumbuhan usaha mereka,” katanya.
Lebih lanjut, Haryo menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong UMKM binaan agar aktif mengikuti berbagai pameran, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kemitraan yang dapat mempercepat pertumbuhan usaha.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, lembaga pendamping, hingga penyelenggara pameran agar program pemberdayaan UMKM dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Krista Exhibitions dalam mencari formula dan program terbaik bagi UMKM. Tujuannya agar pelaku usaha benar-benar merasakan bahwa pemerintah dan swasta hadir bersama untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Haryo berharap EastFood Indonesia 2026 dapat menjadi sarana yang semakin efektif dalam mempertemukan UMKM dengan berbagai peluang bisnis baru, sekaligus menjadi wadah peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, UMKM Jawa Timur diharapkan mampu naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Melalui dukungan berbagai pihak, EastFood Indonesia 2026 dikatakannya tidak hanya menjadi pameran bisnis tahunan, tetapi juga menjadi katalisator bagi pengembangan industri makanan dan minuman, penguatan kapasitas UMKM, serta percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri pangan terbesar di Indonesia.














Komentar