Surabaya, – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Konektivitas Kapal Cepat Banyuwangi dengan Jaringan Kereta Api.
Rapat koordinasi tersebut membahas penguatan konektivitas layanan Kapal Cepat rute Banyuwangi–Denpasar serta layanan Kapal Cepat Trans Laut Jawa Timur di Pelabuhan Probolinggo yang terintegrasi dengan jaringan kereta api. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan pariwisata antarwilayah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa integrasi moda transportasi ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah penumpang kapal cepat, khususnya pada lintasan Banyuwangi–Bali.
“Kami berupaya meningkatkan pertumbuhan penumpang kapal cepat dari Banyuwangi ke Bali. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah menjalin kerja sama dengan PT KAI Indonesia (PTKI), dengan mendorong pembukaan trayek-trayek kereta api Surabaya–Denpasar,” ujar Nyono pada Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, skema integrasi yang dirancang nantinya memungkinkan penumpang kereta api dari Surabaya turun di Stasiun Banyuwangi, kemudian dilanjutkan menggunakan layanan shuttle menuju pelabuhan untuk diteruskan menggunakan kapal cepat menuju Denpasar. Skema serupa juga diterapkan untuk arus balik penumpang dari Bali menuju Jawa.
“Dari kapal cepat, penumpang akan diantar menuju Stasiun Banyuwangi untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta api. Ini menjadi salah satu upaya kami agar penumpang kapal cepat semakin meningkat,” jelasnya.
Nyono menambahkan, saat ini tarif kapal cepat Banyuwangi–Denpasar berada di angka Rp225.000 per penumpang. Dengan adanya integrasi antarmoda, pihaknya berharap dapat menghadirkan tarif yang lebih terjangkau bagi masyarakat melalui paket perjalanan terintegrasi.
“Mudah-mudahan dengan bersinergi bersama PTKI, tarif terintegrasi dari Surabaya ke Denpasar bisa lebih murah. Penumpang dari Surabaya ke Banyuwangi menggunakan kereta api, lalu dari Banyuwangi ke Bali menggunakan kapal cepat,” katanya.
Selain fokus pada konektivitas penumpang reguler, Dishub Jatim juga menyiapkan integrasi transportasi untuk mendukung sektor pariwisata. Salah satunya dengan menghubungkan Banyuwangi sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata unggulan seperti Kawah Ijen.
“Kami juga mengintegrasikan angkutan pemadu moda dari Banyuwangi ke kawasan wisata Ijen. Rencananya, angkutan DAMRI akan dimasukkan hingga ke pelabuhan BUM Banyuwangi, sehingga wisatawan dari Bali dapat langsung melanjutkan perjalanan untuk melihat fenomena blue fire di Kawah Ijen, termasuk destinasi wisata Banyu Oso,” ungkap Nyono.
Menurutnya, integrasi transportasi berbasis pariwisata ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan daya tarik Jawa Timur sebagai destinasi wisata nasional.
Namun demikian, Nyono mengakui bahwa tantangan utama dalam realisasi program ini terletak pada skema pendanaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tengah mengkaji berbagai model pembiayaan agar program dapat segera terealisasi.
“Yang terpenting adalah bagaimana skema pembiayaan ini bisa direalisasikan. Kami berupaya memprioritaskan keterlibatan pihak swasta agar realisasi bisa lebih cepat tanpa harus bergantung pada subsidi,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila menggunakan skema subsidi melalui DAMRI dalam kerangka Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), maka diperlukan kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, yang tidak selalu mudah direalisasikan dalam waktu singkat.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong peran swasta agar program ini bisa segera berjalan tanpa tambahan subsidi,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kepala Dishub Jawa Timur Nyono berharap sistem transportasi terintegrasi laut, darat, dan kereta api dapat segera terwujud, sekaligus memperkuat konektivitas regional Jawa Timur dengan Bali serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.















Komentar